Radar Kajen

Rp100 Milyar untuk Bangun Pasar Kedungwuni

Rp100 Milyar untuk Bangun Pasar Kedungwuni

BATU PERTAMA – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meletakkan batu pertama sebagai awal dimulainya pembangunan Pasar Induk Kedungwuni, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN / RADAR PEKALONGAN

KEDUNGWUNI – Proses pembangunan Pasar Induk Kedungwuni mulai dikerjakan dengan total anggaran Rp 100 miliar mulai dikerjakan. Pembangunan yang akan berlangsung secara multiyears ini dibuka dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, pagi kemarin.

Tahun ini pembangunan pada Blok B dan C Pasar Kedungwuni akan digarap dengan nilai anggaran sebesar Rp 26 miliar, berasal dari APBD Kabupaten Pekalongan Rp 16 miliar dan Rp 10 miliar dari Bantuan Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengungkapkan, pembangunan Pasar Induk Kedungwuni ini memulai babak baru yakni peletakkan batu pertama.

“Saya rasa ini adalah pembangunan terbesar kedua setelah sebelumnya yang sedang berjalan yaitu pembangunan tanggul rob dengan total anggaran sekitar Rp 600 miliar. Dimana dananya bersumber dari APBN,” terang Bupati Asip.

Dijelaskan, sedangkan pembangunan Pasar Kedungwuni ini adalah indikasi dari APBD Kabupaten Pekalongan dan APBD Provinsi Jawa Tengah. “Insyaallah tahun ini ada dua kegiatan dan tahun berikutnya akan kita selesaikan, dengan total anggaran yang kita susun hingga Rp 100 miliar,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengutarakan, secara umum prosesi pindahan hampir 2000 pedagang dari pasar induk ke pasar darurat. Proses pemindahan dinilak berjalan baik, aman dan lancar, tanpa halangan suatu apapun. Hal ini menandakan bahwa pertama, warga pasar sangat mendukung program Pemerintah. “Kedua, kita memang antisipatif, selalu membuka kran komunikasi,” ungkapnya.

“Saya punya obsesi karena Kabupaten Pekalongan ini merupakan sentra industri. Maka nanti pusat pemasarannya tidak usah jauh-jauh ke Tanah Abang, Cipuler, Klewer dan lain sebagainya. Cukup di Kedungwuni ini saja. Alangkah indahnya para pedagang datang kesini,” tutur Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperindagkop dan UKM) Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini, dalam laporannya menyampaikan bahwa pasar Kedungwuni terdiri atas 11 blok yakni A sampai K. Yang sudah dibangun ada 2 blok, dan tahun ini 2 blok lagi.

“Sehingga masih ada 7 blok yang akan kita bangun hingga tahun 2020. Tahun 2018 ini kita bangun Blok B dengan anggaran sebesar Rp 16 miliar yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Pekalongan dan Blok C dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari dana Bantuan Provinsi Jawa Tengah,” paparnya.

Masih menurut Tining, panggilan Akrab Hurip Budi Riyantini, pemenang lelang untuk Blok B adalah PT Heksindo Multi Utama dari Jakarta dengan nilai kontrak Rp 15.564.200.000, dan Blok C PT Elsa Graha Multi Karya Jakarta, dengan total kontrak sebesar Rp 9.656.125.000. Kemudian ada pendampingan dari mulai proses lelang, pelaksanaan dan pengawasannya yaitu CV Memalisaat Semarang dengan nilai kontrak sebesar Rp 318.000.000.

Peletakan Batu Pertama juga dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, Kasie Intel Kejari Kajen mewakili Kajari, Danramil Kedungwuni mewakili Dandim 0710 Pekalongan, Sekda Mukaromah Syakoer, Kepala Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Pekalongan, tokoh masyarakat Kedungwuni oleh Rois Syuriah PCNU KH. Muhammadun Raden Jundi. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments