Radar Batang

282 Pasangan Akhiri Masa Pacarannya

282 Pasangan Akhiri Masa Pacarannya

SAH – Sepasang pengantin resmi sah menjadi suami istri usai melakukan ijab qabul di KUA Batang, Kamis (12/7).
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Bulan Syawal menjadi salah satu bulan yang dipilih masyarakat untuk melangsungkan pernikahan. Sepanjang bulan kesepuluh dalam kalender hijriyah tahun ini, KUA Batang bahkan sudah menikahkan total 141 pasangan.

Hal itu seperti diterangkan Kepala KUA Kecamatan Batang, Shodiqin SAg MSy, didampingi penghulu KUA, Edy Daryadi SAg, saat diwawancarai, Kamis (12/7).

“Jadi memang di sebagian masyarakat masih ada beberapa yang menganggap bulan-bulan tertentu sebagai bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Seperti Syawal, dan Dzulhijjah. Itu salah satu faktor kenapa di bulan Syawal ini banyak yang menikah. Tercatat hingga hari ini, kami sudah menikahkan sekitar 141 pasangan,” terangnya.

Lebih lanjut Shodiqin menerangkan, tak hanya hal tersebut yang menjadi faktor bulan Syawal dilirik sebagai bulan pernikahan. Beberapa orang memilih bulan Syawal sebagai bulan untuk bersilaturahmi. Momen liburan yang ada di bulan Syawal digunakan sebagai waktu tepat untuk menggelar hajat besar.

Meski banyak pasangan yang menikah di bulan syawal ini, namun menurut Shodiqin hanya sekitar 15 persen masyarakat Batang yang memanfaatkan nikah gratis di kantor. Sebagian besar lebih memilih untuk menggelar pernikahan di rumah karena alasan tradisi ataupun alasan gengsi.

Namun yang jelas pihaknya berharap agar pernikahan bisa dilakukan secara resmi, bukan dengan jalur nikah siri.

“Kebanyakan masyarakat tentu memilih untuk menikah di rumah, meski memang ada biaya administrasi yang dibayarkan, yakni Rp 600 Ribu. Ya salah satunya karena alasan biaya. Yang jelas, yang jadi target kami agar masyarakat semakin sadar untuk menikah secara resmi, bukan menikah secara siri,” harapnya.

Ke depan, pihaknya berharap akan kembali membuka fasilitas konsultasi pernikahan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menampung masyarakat yang ingin mendapatkan nasehat atas permasalahan rumah tangga.

“Terlebih, Kecamatan Batang ini kehidupannya sudah modern dan perlu adanya fasilitas macam ini. Harapannya, jika ada permasalahan rumah tangga tidak langsung berujung ke pengadilan, tapi dapat dicari jalan keluarnya dulu lewat fasilitas ini. Semoga program ini dapat segera direalisasikan,” pungkasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments