Metro Pekalongan

Suami Istri Ini Spesialis Maling dengan Mencongkel Jok Motor

WAHYU HIDAYAT
DITANGKAP – Sepasang suami istri pencongkel jok motor ditangkap Tim Buser Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

*Buron Dua Pekan, Akhirnya Dibekuk Polisi

KOTA PEKALONGAN – Tim Buru Sergap (Buser) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota pada Kamis (12/7) malam, menangkap dua tersangka pencurian dengan modus pura-pura tanya alamat kemudian mencongkel jok motor korbannya.

Kedua tersangka yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang nikah siri itu sebelumnya sempat buron selama lebih dari dua pekan, setelah mencongkel jok sebuah sepeda motor di daerah Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu melalui Wakapolres Kompol I Wayan Tudi, didampingi Kasat Reskrim AKP Edi Sutrisno menjelaskan, kronologis peristiwa pencurian oleh kedua tersangka pada Senin, 25 Juni 2018 sekira pukul 16.00 WIB.

Saat itu korban yang bernama H Qomarudin (53) warga Desa Watusalam RT 08 RW 03 Kecamatan Buaran, memarkirkan sepeda motornya di depan Toko material TB Morodadi. Kemudian datang seorang pengendara lain yang berboncengan dengan wanita menanyakan suatu alamat kepada korban dan oleh korban ditunjukkan ke arah tempat yang ditanyakan.

Saat itulah pelaku memanfaatkan kelengahan korban. Pelaku wanita mengalihkan perhatian korban. Di saat korban melayani pertanyaan dari satu pelaku, si pelaku pria mencongkel jok motor korban dan mengambil dompet berikut ponsel korban yang disimpan di bawah jok.

Korban baru menyadari pencurian yang menimpanya saat dia akan mengambil dompet di dalam jok sepeda motornya. “Ternyata dompetnya sudah hilang,” katanya.

Korban kehilangan uang Rp4,5 juta, surat-surat berharga dan sebuah hp. Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pekalongan Kota untuk pengusutan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengetahui identitas tersangka. Kedua tersangka kemudian berhasil ditangkap. Tersangka yakni MM (28) warga Bendan Kergon Kergon, yang juga seorang residivis kasus narkoba, serta istrinya MM, PE (21) warga Podosugih, Pekalongan Barat.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Menurut penuturan pelaku, mereka melakukan aksinya karena terdesak kebutuhan. Apalagi mereka punya dua anak yang masih kecil, berusia 4 dan 5 tahun. Sedangkan si pelaku pria hanya bekerja sebagai buruh batik. (way)

Facebook Comments