Radar Batang

Kebijakan SKTM Perlu Diperketat dengan Syarat

Siti Ismuzaroh SPd MPd

Siti Ismuzaroh SPd MPd

BATANG – Maraknya penggunaan SKTM yang tidak tepat sasaran menjadi problem utama dalam PPDB SMA/SMK negeri tahun ini. Ketua MKKS SMA Kabupaten Batang, Ismuzaroh SPd MPd secara pribadi tidak masalah dengan adanya jalur pendaftaran melalui SKTM. Hanya saja, ke depan pihaknya berharap aturan itu ditambahkan beberapa syarat.

Syarat dimaksud, kata dia, misalkan pada batasan minimal nem. Dengan cara itu, pendaftaran di jalur ini lebih kompetitif.

Karena yang terjadi di masyarakat, banyak spekulasi baru yang membuat psikologis calon siswa terganggu. Menurut Ismuzaroh, banyak yang beranggapan agar tidak perlu belajar agar bisa keterima di sekolah favorit dan hanya mengandalkan SKTM saja, dan anggapan-anggapan keliru lainnya.

Karena itu, dia dan MKKS berharap ke depan ada aturan yang lebih ketat lagi sehingga tidak menimbulkan kerancuan.

“Kami dari MKKS sendiri setuju dengan adanya jalur SKTM ini. Karena memang banyak dari masyarakat yang perlu dibantu. Tapi kami harap masyarakat juga jangan serta merta memilih jalan ini sebagai jalan pintas agar anak mereka langsung diterima masuk SMA. Dan ke depan kami harap setidaknya ada Nem Yang membatasi pendaftar dari jalur SKTM. Sehingga persaingan lebih bisa kompetitif,” terangnya.

Sebagai antisipasi terjadinya penyahgunaan SKTM, Ismuzaroh sendiri telah mengambil kebijakan di sekolahnya, di SMAN 1 Batang. Sekolahnya membuat tim survei dan verifikasi terkait data yang telah diberikan calon siswanya.

Sebelumnya, para calon siswa sudah menandatangani surat pernyataan bersedia untuk tidak diterima jika memberikan data yang tidak valid.

“Survei ini menjadi cara kami memverifikasi data yang diberikan orang tua calon siswa, sehingga bisa diketahui benar tidaknya,” tandasnya. (nov)

Facebook Comments