Radar Kajen

Dikeluhkan, Warga Mampu Buat SKTM

*Agar Diterima di SMA Negeri

KAJEN – Penggunaan Surat Keterangan Miskin (SKTM) untuk mempermudah siswa baru diterima di SMA/ SMK Negeri terus menimbulkan polemik. Sejumlah wali murid yang anaknya berpretasi tersingkirkan. Ironisnya, di Kajen, siswa prestasi dikalahkan dengan pendaftar anak orang mampu yang berbekal SKTM.

Hal itu diungkapkan seorang warga Kecamatan Kajen, Bang Yos, mengaku bahwa anaknya lulus SMP mendapat peringkat bagus. Namun ketika mendaftar ke sekolah negeri tidak diterima.

“La ada warga di tempat saya tergolong mampu, namun dengan membawa SKTM langsung diterima, inikan tidak bagus untuk dunia pendidikam ke depan,” keluhnya.

Diakui, dengan adanya kesenjangan itu ia sudah berusaha meminta keterangan kepada pihak sekolah, namun dari keterangan ada 14 poin yang masuk kriteria warga yang mendapatka SKTM.

Terpisah, walimurid yang anaknya diterima di SMA negeri, Shavila, mengakui adanya warga mampu namun untuk bisa diterima di sekolah negeri orang tuanya menggunakan SKTM.

“Anak saya diterima, namun ada teman anak saya yang nilainya kurang bisa masuk karena menggunakan SKTM,” terangnya

Diberitakan sebelumnya, timbulnya polemik dalam Penerimaan Siswa baru tingkat SMA/SMK dengan menggunakan Surat Keterangan Miskin (SKTM) kini menjadi perdebatan umum. Untuk itu sejumlah aktivis Kota Santri meminta pihak sekolah mengumumkan pengguna SKTM agar lebih transparan.

Direktur LSM Tirai Kabupaten Pekalongan, Mustajirin, Senin (9/7) mengatakan bahwa dalam penerimaan siswa baru tingkat SMA/ SMK dengan distem zonasi sebenarya sudah bagus. Karena zonasi muaranya untuk pemerataan pendidikan sehingga tidak ada sekokah favorite atau dibawah standar.

DPRD Kabupaten Pekalongan menyoroti maraknya penyalahgunaan Surat Keterangan Miskin (SKTM) untuk meloloskan pendaftaran sekolah tingkat SMA/ SMK Negeri di Kota Santri. Pasalnya, siswa berorestasi tersingkirkan dengan surat keterangan miskin yang dikeluarkan oleh pemerintah desa.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, M Nurkholis, Jumat (6/7) mengatakan bahwa pendaftaran siswa tahun ajaran baru untuk tingkat SMP/ MTs tidak menemui kendala. Namun untuk tingkat SMA/ SMK terutama dalam PPDB online dengam adanya SKTM ini menimbulkan berbagai polemik. Karena siswa yang benar benar berprestasi kalah dengan selembar SKTM.

“Harusnya Sekolah juga harus survei ke alamat siswa yang mendaftar dengan lampiran SKTM, mampu atau tidak. Karena dalam Permenbud yang menyalahgunakan SKTM dikenakan ancaman 6 tahun dan siswa yang bersangkutan dikeluarkan dari sekolah,” terangnya.(yon)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments