Lain-lain

Hindari dari Ketergantungan, Ajari Anak Bijak Gunakan Smartphone

Smartphone dan layanan internet memang memberikan kemudahan bagi banya orang untuk mengakses informasi serta hiburan.

Namun, penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan bisa membuat penggunanya menjadi ketergantungan atau kecanduan.

Salah kaprah terjadi dalam masyarakat yang mengenalkan anak dengan gadget sejak dini. Para orangtua atau baby sitter yang selalu memberikan gawai dengan tujuan agar tidak rewel atau menjadi tenang, namun berujung pada kecanduan.

“Semakin terpapat pada saat usia yang semakin dini, maka kerentanan (ketergantungan) terhadap gadget dan internet akan semakin besar dari situs Kemenkes.

Dr Eva mengatakan, otak anak belum berkembang secara sempurna. Bayi, balita, anak dan remaja belum dapat membedakan mana hal yang benar dan salah, serta hal yang boleh dilakukan atau tidak. Jika dibiarkan akan menimbulkan perilaku impulsive menjadi tinggi.

Hal ini akan membuat seseorang mengalami adiksi, struktur, dan fungsi otaknya berubah terutama bagian pusat kognitif, yang disebut pre-fronta cortex. Pola orangtua dalam menggunakan gawai terutama di hadapan anak-anak akan menjadi contoh dan tanpa sadar akan membentuk pola pikir mereka.

Karena itu, penting bagi para orangtua untuk memperhatikan beberapa rekomendasi dalam menggunakan gawai tersebut, antara lain:

Bayi usia hingga enam bulan sebaiknya tidak diperkenalkan smartphone. Bayi usia antara satu hingga dua tahun boleh diperkenalkan, namun tidak boleh lebih dari satu jam per hari.

Anak sampai dengan usia enam tahun boleh menggunakan gadget, namun harus selalu diawasi orangtua. Sementara anak usia lebih enam tahun boleh menggunakan hanya untuk program-program yang aman untuk usianya, serta penggunaan gadget tidak lebih dari tiga jam per hari. (mg3)

Sumber : liputan6.com

Facebook Comments