Radar Kajen

Mantan Napi Tetap Nyaleg

Antri SKCK

BUAT SKCK – Beberapa bakal Caleg terlihat tengah membuat SKCK di Polres. Salah satunya Abdul Azizu Rahman Caleg dari PKB Dapil IV.
WIDODO LUKITO

Caleg Banyak yang Masih Ngurus SKCK

Status sebagai mantan narapidana dengan tindak pidana ringan tak menghalangi tekad As’Adillah Khumaedi warga Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro, untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019. Ia bakal turut meramaikan pesta demokrasi lima tahunan melalui partai PKB.

Saat dihubungi kemarin, As Adillah mengaku tengah berada di Kantor DPC PKB Kabupaten Pekalongan, Jalan Raya Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni. Dia yang pada tahun 2004-2009 tercatat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan mengutarakan kesanggupannya untuk bersaing memperebutkan kursi DPRD periode 2019-2024 mendatang. Status sebagai mantan narapidana bukan halangan setiap warga negara untuk turut andil dalam hajat demokrasi lima tahunan tersebut.

“Saya sudah mendapatkan putusan hukuman tetap, atas tindak pidana yang pernah saya lakukan, yaitu penganiayaan ringan. Bahkan putusan pengadilan yang menghukum diri saya selama satu tahun kurungan penjara sudah saya jalani. Pasca menjalani hukuman, saya tidak akan mengulangi perbuatan tersebut di massa mendatang,” ungkap As Adillah, di sela-sela mempersiapkan berkas pencalonan di kantor DPC PKB Kabupaten Pekalongan, kemarin.

Diakui, keputusan untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif lantaran terpanggil untuk kembali mengabdi kepada masyarakat, terutama di wilayah Kecamatan Doro yang merupakan kampung halaman dan menjadi salah daerah (kecamatan) daerah pemilihan dalam Pileg 2019.

Urus SKCK

Sementara itu, lima hari lagi, tanggal 17 Juli 2018, KPU akan menutup pendaftaran calon legislatif (Caleg). Namun saat ini masih banyak bakal calon yang belum melengkapi persyaratan adminsitrasi, salah satunya Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK).

Saat ini, masih banyak para bakal caleg terlihat masih mengantri di Satuan Intel Polres Pekalongan untuk mengurus Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK).

Pantauan Radar, belasan caleg terlihat masih mengantri di ruang sidik jari. Beberapa sebagian yang mengurus anggota DPRD yang akan ikut kembali nyaleg.

Salah satunya Abdul Azizu Rahman. Ia kini masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dan menjadi Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

“Insyaallah saya akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai PKB di Dapil IV,” katanya saat ditemui di Polres Pekalongan, kemarin.

Ditanya tentang persyaratan, pria yang akrab disapa Maman ini mengaku sudah melengkapi beberapa administrasi. “Administrasi pribadi sudah, kalau persyaratan lain masih dalam proses,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota KPU Kabupaten Pekalongan, M Ahsin menjelaskan, sesuai aturan PKPU Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota, disebutkan bahwa salah satu persyaratan administrasi dari bakal calon legislatif adalah apabila mantan terpidana yang telah menjalani masa pemidanaannya, dan secara kumulatif bersedia terbuka dan jujur mengemukkan kepada publik, bukan sebagai pelaku kejahatan berulang serta mencantumkan dalam daftar hidup.

Selain itu, lanjut dia, wajib melampirkan surat dari pemimpin redaksi media massa lokal atau nasional yang menerangkan bahwa bakal calon telah secara terbuka dan jujur mengemukkan kepada publik sebagai terpidana karena kealpaan ringan (culpa levis) atau alasan politik yang tidak menjalani pidana dalam penjara. “Juga bukti pernyataan atau pengumuman yang ditayangkan di media massa lokal atau nasional,” ungkap Ahsin. (yan)

Facebook Comments