Radar Batang

Digodok,Gerakan Matikan TV dan Smartphone

Halalbihalal Disdikbud Batang

HALALBIHALAL – Keluarga Besar Disdikbud Batang menggelar kegiatan Halalbihalal, Rabu (11/7), di Gedung Korpri. Bupati Wihaji ikut memberikan arahan, utamanya untuk mengembangkan karakter anak.
NOVIA ROCHMAWATI

Bagian dari Penguatan Karakter

Rendahnya posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang menjadi fokus utama Pemkab Batang di bawah kepemimpinan Wihaji-Suyono. Namun, peningkatan IPM juga harus disertai penguatan pendidikan karakter, salah satunya menyeriusi rencana gerakan matikan tv dan smarthphone selama 2 jam.

Hal itu disampaikan Bupati Wihaji saat menghadiri halalbihalal keluarga besar Disdikbud Batang, Rabu (11/7), di Gedung Korpri Batang. Dalam kesempatan tersebut, Wihaji mengapresiasi pendidikan karakter yang sudah diterapkan di sekolah-sekolah. Seperti dengan pembacaan asmaul khusna, mengaji sebelum memulai pembelajaran, dan lain sebaginya.

“Kenaikan IPM menjadi target saya dalam membangun Batang. Tapi itu secara simbolik. Tapi yang jelas adalah PR untuk membangun karakter bangsa. Terlebih, hari ini kemajuan teknologi dan media sosial semakin merajelal dan perlu dibendung. Salah satunya harus dengan penanaman karakter yang kuat. Saya harap program pendidikan karakter yang sudah berjalan di tiap sekolah dapat dipertahankan,” terangnya.

Wihaji juga masih menggodok gagasan gerakan matikan TV dan Smartphone selama dua jam, yakni dari pukul 18.00-20.000. Di waktu tersebut, anak-anak diharapkan lebih fokus untuk membaca. Baik itu membaca Al-Quran ataupun membaca aneka buku lainnya, fiksi maupun non fiksi. Sehingga generasi muda di Batang lebih berkarakter dan menjadi generasi literasi.

“Nanti harapannya akan ada gerakan, semacama gerakan matikan TV selama dua jam. Kalau tidak ya satu jam, dari jam 18.00-20.00 atau sampe 19.00 WIB. Tapi juga harus dibarengi pula dengan orang tua yang mendampingi anak untuk mengaji atau membaca. Jangan juga digunakan untuk bermain smartphone. Itu harapannya, karena ini tentunya masih perlu digodok lagi,” terangnya di hadapan peserta Halalbihalal.

Kepala Disdikbud, Achmad Taufiq menerangkan peningkatan karakter sudah menjadi nilai yang diterapkan dalam pendidikan di Batang. Salah satu cara yang dilakukan salah satunya dengan memberikan ilmu agama pada siswa. Sebagai bekal untuk membentengi dari tindakan negatif pengaruh globalisasi.

“Alhamdulillah hampir seluruh sekolah di Batang sendiri telah menerapkan pendidikan karakter. Salah satunya seperti penguatan bidang agama dan karakter lingkungan. Dan kami juga apresiasi kepada sekolah yang sudah menerapkan pendidikan karakter. Kami harap dengan ini karakter generasi muda Batang mampu menangkis dampak negatif pengaruh kemajuan teknologi,” tandasnya. (nov)

Facebook Comments