Metro Pekalongan

Kabar Gembira Bagi Para Calon, Kuota Pileg Tambah Lima Kursi

*DPRD Kota Pekalongan

KOTA PEKALONGAN – Jumlah kursi DPRD Kota Pekalongan dalam Pemilu Legislatif 2019, dipastikan bertambah dari sebelumnya 30 kursi menjadi 35 kursi. Penambahan jumlah kursi tersebut merupakan konsekuensi dari bertambahnya jumlah penduduk Kota Pekalongan. Berdasarkan catatan Dindukcapil, jumlah penduduk Kota Pekalongan per semester II tahun 2016 sudah mencapai 304.150. Mengacu pada Pasal 191 UU Nomor 7 Tahun 2017, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk antara 300.000 hingga 400.000 mendapat alokasi sebanyak 35 kursi DPRD.

Tambahan lima kursi DPRD, menjadi angin segar bagi parpol peserta pemilu di Kota Pekalongan. Bagi parpol-parpol yang sudah ‘mapan’, tambahan lima kursi membuat peluang untuk mengejar target kenaikan jumlah kursi di Pileg 2019 terbuka lebar. Bagi parpol baru, atau parpol lama yang belum mendapat kursi, tambahan tersebut menjadi peluang untuk berjuang meraih kursi.

Untuk saat ini, dari 15 parpol yang lolos verifikasi faktual sebagai peserta Pemilu 2019 di Kota Pekalongan hanya delapan parpol yang memiliki kursi di DPRD. Yakni Golkar dengan sembilan kursi, PDIP dan PPP masing-masing empat kursi, PKB, PKS, PAN dan Gerindra dengan tiga kursi serta Demokrat 1 kursi.

Sedangkan empat parpol lain yang sudah menjadi peserta sejak Pileg 2014, hanya PKPI yang tak lolos verifikasi faktual. Tiga lainnya yaitu Nasdem, Hanura, dan PBB yang kembali menjadi kontestan di Pileg 2019 belum memiliki kursi. Sehingga, tambahan lima kursi membuka peluang bagi mereka untuk turut berjuang. Kondisi yang sama dihadapi empat parpol baru yaitu Perindo, Partai Garuda, PSI dan Partai Berkarya yang juga ingin unjuk gigi di kesempatan pertamanya dalam perebutan kursi di DPRD Kota Pekalongan.

Masing-masing parpol, tentu sudah memiliki target jumlah kursi yang akan dikejar. Golkar misalnya, menargetkan 14 kursi. “Target Pileg 2019 kami bisa meraih 14 kursi dan 40 persen suara,” ungkap Ketua DPD Golkar Kota Pekalongan, Balgis Diab. PDIP juga tak ingin stagnan. Sekretaris DPC PDIP Kota Pekalongan, Karibkin Syarief menyatakan bahwa di Pileg 2019 PDIP menargetkan 9 kursi. “Target kami naik menjadi 9 kursi, bertambah lima kursi dari yang kami raih saat ini,” katanya.

Ketua DPD PKS Kota Pekalongan, Aji Suryo, juga menegaskan bahwa partainya menargetkan penambahan kursi dari tiga menjadi lima. “Ini sudah menjadi keputusan Musyda. Target lima kursi menurut kami menjadi target yang paling realistis saat ini,” katanya. Partai Demokrat pun demikian, dibawah arahan ketua baru, Asrar, parpol berlambang segitiga mercy itu kini mengincar empat kursi DPRD.

Tambahan lima kursi DPRD, pun disebar di seluruh daerah pemilihan (Dapil). Dapil Kota Pekalongan 1 (Kecamatan Pekalongan Barat), menjadi dapil dengan penambahan alokasi kursi terbanyak yakni dari sembilan menjadi 11 kursi. Tiga dapil lainnya, yakni Dapil 2 (Kecamatan Pekalongan Utara), Dapil 3 (Kecamatan Pekalongan Timur) dan Dapil 4 (Kecamatan Pekalongan Selatan), masing-masing mendapat tambahan satu kursi. Sehingga saat ini sebaran kursi di masing-masing dapil yakni Dapil 1 menjadi 11 kursi, Dapil 2 sebanyak 9 kursi, Dapil 3 ada 8 kursi dan Dapil 4 dengan 7 kursi.

Sebaran kursi di masing-masing dapil juga akan menjadi bagian dari strategi masing-masing parpol untuk menempatkan kader jagoannya di dapil yang potensial untuk menambah jumlah kursi. Apalagi, penentuan raihan jumlah kursi parpol di Pileg 2019 tidak lagi menggunakan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) namun beralih ke sisten Sainte Lague dimana raihan suara parpol akan langsung dibagi bilangan ganjil untuk kemudian dilakukan pemeringkatan. Perbedaan sistem penentuan jumlah kursi tersebut juga diprediksi berpengaruh terhadap raihan kursi parpol di DPRD Kota Pekalongan.(nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments