Radar Pendidikan

Hampir 90% Siswa Luar Pekalongan

SMP NU Berbasis Pesantren Pajomblangan

PENDAFTARAN – Calon siswa baru mengikuti proses pendaftaran di SMP NU Pajomblangan.
FAKHRUN NISA

*SMP NU Berbasis Pesantren Pajomblangan

KEDUNGWUNI – Hampir 90% siswa di SMP NU Pajomblangan berasal dari luar Pekalongan. Diantaranya dari Jakarta, Pemalang, Tegal, dan Batang. Hal ini dikarenakan sekolah di Desa Pajomblangan Kedungwuni itu, merupakan SMP Berbasis Pesantren (BP). Sehingga sebagian besar siswa mempunyai dua tujuan yakni sekolah dan mondok Pesantren.

Demikian disampaikan oleh Kepala TU, Didik Madhari. Meski begitu, SMP NU Pajomblangan tetap menerima siswa yang berasal dari lingkungan sekitar dan dipersilakan untuk tidak mukim di pondok. Namun pihak sekolah juga membatasi zona siswa yang boleh tidak mondok, diantaranya Desa Pajomblangan, Kwayangan, dan Jrebengkembang.

“Karena di luar dari tiga zona itu, siswa kemungkinan besar membawa sepeda motor ke sekolah. Padahal di sini siswa dilarang membawa sepeda motor, dan itu sudah menjadi keputusan bersama. Sehingga kami mengkhususkan bagi siswa dari tiga desa itu untuk boleh tidak mondok. Di luar itu ya wajib mondok,” ujar pria yang akrab disapa Didik.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018/2019, SMP NU Pajomblangan menerapkan sistem pendaftaran satu atap. Siswa yang mendaftar di SMP NU Pajomblangan langsung resmi menjadi santri di Ponpes Mamba’ul Huda.

Jumlah pendaftar pada tahun inipun, lebih meningkat dibanding tahun kemarin. Jika tahun sebelumnya, pihak sekolah hanya membuka dua rombongan belajar (rombel). Maka jumlah pendaftar tahun ini melebihi tiga rombel. Oleh karena itu, pihak sekolah akan mengadakan tes seleksi pada 16 Juli mendatang.

“Peminat tahun ini lebih meningkat. Sebelum lebaran malah kita sudah mencapai target sekitar 90 siswa, sehingga akan kita adakan seleksi agar tidak melebihi batas dapodik, yakni 32 siswa per rombel. Tes seleksi akan dilaksanakan dalam dua tahap, siang hari untuk seleksi sekolah dan malam hari untuk seleksi ujian kecakapan di pondok,” jelasnya.

Didik berharap SMP NU Pajomblangan bisa menampung seluruh siswa baru sesuai dengan harapan orang tua. Dirinya juga mengaku bersyukur karena sekolah dan ponpes ini diminati oleh masyarakat. Ke depan, Didik juga berharap agar jumlah siswa yang bertambah juga diikuti oleh ruang kelas yang bertambah. (run)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments