Metro Pekalongan

Sudah Dua Bulan, Kasus COD Maut Belum Terungkap

KOTA PEKALONGAN – Kasus ‘COD’ ponsel berujung maut di depan kantor Unit BRI Bendan, Jalan Urip Sumoharjo, Bendan, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, telah terjadi hampir dua bulan silam.

Namun, kasus yang menewaskan menewaskan korban bernama Taufik Yunus (24), warga Dukuh Sedran RT 05 RW 02, Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, itu belum juga terungkap. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kasatreskrim AKP Edi Sutrisno, saat dikonfirmasi tentang sejauh mana upaya pengungkapan kasus tersebut, menyatakan masih melakukan penyelidikan. “Masih lidik terus,” kata dia, Selasa (10/7).

Sebagaimana telah diberitakan, nasib nahas menimpa Taufik Yunus (24), warga Dukuh Sedran RT 05 RW 02, Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.

Pemuda yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang jahit itu ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Urip Sumojarjo, tepatnya di depan Kantor Bank BRI Unit Bendan, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, pada Senin (21/5) sekira pukul 01.00 WIB.

Saat ditemukan, jasad korban tergeletak dengan sejumlah luka tusuk atau luka sobek di beberapa bagian tubuhnya, antara lain di pundak kiri, bawah ketiak kiri, dan pinggang sebelah kiri belakang.

Informasi yang dihimpun Radar Pekalongan menyebutkan, Taufik tewas seketika setelah ditikam dengan sebilah pisau oleh seseorang. Orang tersebut diduga berkenalan dengan korban melalui acebook (FB). Kuat dugaan, Taufik dan orang tersebut sebelumnya janjian untuk ketemuan di lokasi, guna keperluan jual beli ponsel. Korban dan pelaku hendak “COD-an” HP (ponsel) di TKP.

Taufik hendak menjual satu unit ponsel android ke orang itu. Setelah ada kesepakatan waktu dan lokasi untuk “COD”, Taufik berangkat dari rumahnya di Wonopringgo ditemani adiknya, Abdullah Faqih (20). Mereka berboncengan menggunakan sepeda motor jenis matic.

Sesampainya di lokasi, yakni di depan Kantor Bank BRI Unit Bendan, Jalan Urip Sumoharjo 18, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sekira pukul 01.00 WIB, korban (Taufik Yunus) dan calon pembeli (pelaku) hendak bertransaksi. Saat itu korban ditemani adiknya. Sedangkan pelaku ditemani seorang rekannya.

Tiba-tiba, pelaku hendak kabur sembari membawa ponsel yang akan dijual korban. Padahal pelaku belum melakukan pembayaran. Korban pun berusaha mempertahankan ponsel tersebut. Namun, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam sejenis pisau. Pisau tersebut langsung dihunjamkan ke korban dan mengenai pinggang bagian kiri belakang, bawah ketiak sebelah kiri, dan pundak kiri korban.

Seketika, korban langsung jatuh tersungkur dengan tubuh bersimbah darah di lokasi. Sementara pelaku bersama rekannya langsung kabur dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.

Menurut adik korban, Abdullah Faqih, ia dan kakaknya mendatangi lokasi setelah sebelumnya janjian dengan seseorang yang hendak membeli ponsel. Kakaknya dan calon pembeli itu melakukan komunikasi jual beli ponsel melalui FB.

“Sampai di lokasi, pelaku mau kabur sambil bawa H (ponsel), padahal belum dibayar. Otomatis kami berusaha mempertahankannya, merebut kembali HP itu. Tapi pelaku langsung menikam menggunakan pisau. Kemudian langsung kabur,” tuturnya.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian oleh warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Jajaran Polsek Pekalongan Barat dan Polres Pekalongan Kota yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP. Kemudian membawa jasad korban ke kamar mayat RSUD Bendan.

Dari TKP, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, dua unit ponsel, sebilah pisau badik, sepasang sandal, dan sepeda motor korban. Sedangkan adik korban yang menjadi saksi kunci kejadian itu langsung dibawa ke Mapolsek Pekalongan Barat untuk dimintai keterangan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Hanafi Umar yang ditemui di lokasi kejadian menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut. Pihaknya juga masih meminta keterangan sejumlah saksi.

“Masih dalam penyelidikan. Kita tadi dapat laporam terjadi pengaiayaan yang menyebabkan korban mninggal dunia. Kita langsung ke TKP untuk melakukan olah TKP, dan membawa jenazah korban ke rumah sakit. Korban tewas dengan sejumlah luka sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Semoga segera terungkap dan pelakunya bisa segera ditangkap,” kata Kapolsek, saat ditemui di lokasi kejadian.

Untuk memperjelas penyebab tewasnya korban, jajaran Polres Pekalongan Kota juga mendatangkan tim forensik Bid Dokkes Polda Jateng untuk melakukan autopsi terhadap jasad korban.

Menurut dokter forensik Dokpol Bid Dokkes Polda Jateng, AKBP Ratna Relawati, korban tewas dengan sejumlah luka tusuk. Antara lain luka tusukan senjata tajam di bawah ketiak kiri korban yang tembus ke tulang rusuk dan mengenai paru-paru korban. (way)

Facebook Comments