Metro Pekalongan

AMPI Siapkan Kegiatan Reuni Tokoh Pemuda

AMPI

DISKUSI – Persiapan kegiatan Reuni Temu Kangen Tokoh Pemuda 1980-2000 oleh Ketua Panitia, Drs Dai Wardoyo dan Sekretaris Panitia, Dhoni Hendrijanto SIP.
LAILATUL MAFIYAH

KOTA PEKALONGAN – Reuni dan temu kangen Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) akan digelar pada Sabtu (14/7) di Kota Pekalongan, dengan serangkaian dialog untuk membahas kemajuan Kota Pekalongan.

Dalam persiapannya Ketua Panitia, Drs Dai Wardoyo, beserta Sekretaris Panitia, Dhoni Hendrijanto SIP, membahas untuk jenis dan rangkaian kegiatannya, Selasa (10/7).

Ketua Panitia, Drs Dai Wardoyo menuturkan acara tersebut akan diawali dengan dialog terbatas bersama dengan tokoh-tokoh AMPI seperti Ketua Lawyer Surakarta yakni Liek Palali SH, pengusaha sukses tahun 80-an yakni Timur Susilo, Mantan Walikota Pekalongan yakni dr Basyir, dan tokoh pemuda lainnya.

“Sesuai dengan namanya, AMPI terus bermetamorfosis mempelopori pembaharuan di tengah dinamika bangsa yang terus berubah. Eksistensi AMPI hingga saat ini merupakan bukti kemampuan kader-kader AMPI dalam mengimbangi perkembangan zaman. Nilai-nilai perjuangan sumpah pemuda yang dikobarkan sejak 1978 lalu di Pandaan, Jawa Timur, masih tetap hidup dalam sanubari kader-kader AMPI. Semangat inilah yang memompa energi kader-kader AMPI untuk terus berkarya dan berbakti pada bangsa dan negara tercinta,” ungkap Dai.

Dikatakan, zaman boleh berubah, rezim boleh berganti, tetapi AMPI harus tetap maju dan jaya dengan prestasi yang telah diukirnya. “Reposisi organisasi yang telah dilakukan AMPI menjadi daya tarik sendiri bagi kalangan muda untuk bergabung bersama AMPI. Hal ini terlihat dengan besarnya animo kaum muda untuk menjadi anggota AMPI inilah potret karya nyata AMPI.”

Sekretaris Panitia, Dhoni Hendrijanto SIP, menyampaikan bahwa kegiatan temu kangen nantinya adalah kegiatan independen tidak menyinggung masalah partai politik, melihat tokoh-tokoh AMPI menyebar di berbagai bidang dan berbagai partai. Pembahasan nantinya berupa diskusi dan solusi untuk masalah seperti penanganan rob, industri batik, dan pencemaran sungai di Kota Pekalongan.

“Pada reuni ini kami ingin menjaring aspirasi dan ilmu mereka dari tempat lain untuk kemajuan Kota Pekalongan. Tokoh-tokoh muda nantinya akan membuat lembaga Aliansi Masyarakat Pekalongan Utuh (Ampuh) sebagai bentuk kritik sosial masyarakat,” pungkas Dhoni. (adv/lai)

Facebook Comments