Metro Pekalongan

Moga Tak Meleset, Jalur Interchange Ditarget Agustus

Moga Tak Meleset, Jalur Interchange Ditarget Agustus

TINJAU – Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz didampingi sejumlah pejabat saat meninjau progres pembangunan jalur interchange, Senin (9/7).
DOK HUMAS

KOTA PEKALONGAN – Jalur interchange Kota Pekalongan, ditargetkan rampung dibangun pada Agustus mendatang, sesuai kontrak pengerjaan. Setelah selesai dibangun, kemudian akan dilakukan uji kelayakan pada September. Saat ini, progres pembangunan interchange diklaim sudah mencapai 60 persen yakni berupa pengurugan di seluruh jalur sepanjang 3,3 kilometer dan pengaspalan sebagian jalur bagian timur.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menjelaskan berdasarkan kontrak pembangunan jalur interchange akan selesai pada akhir Agustus mendatang. “Melihat kondisi saat ini, kami yakin bisa selesai sesuai target yakni akhir Agustus. Seluruh bagian jalur sudah diurug dan bagian timur sudah dilakukan pengaspalan,” terang Joko yang ditemui saat mendampingi Walikota Pekalongan meninjau progres pembangunan jalur interchange, Senin (9/7).

Selain jalur utama yang dibangun oleh PT Pekalongan Batang Tol Road (PBTR), dikatakan Joko, Pemkot Pekalongan juga akan membangun jalur lambat di kanan kiri jalur tersebut. Untuk pembangunan tersebut, Pemkot membutuhkan lahan sekitar 10 hektar yakni lebar masing-masing empat meter di kanan dan kiri jalur utama.

“Kebutuhan lahannya sekitar 10 hektar yakni lebar empat meter di kanan dan kiri dikalikan panjang jalur yakni 3,3 kilometer. Kami sudah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahannya yang sebagian sudah selesai dibebaskan. Pada perubahan nanti ada pembebasan tahap kedua untuk pembangunan jalur lambat,” tambahnya.

Mengenai anggaran pembangunan, Joko menyatakan bahwa pengerjaan rencananya akan dilakukan oleh Provinsi. Pemkot dikatakannya sudah mengajukan usulan pengerjaan ke provinsi. “Sementara ini kami mintakan kesana yaitu dari provinsi daan yang mengerjakan dari balai. Mudah-mudahan untuk prosesnya bisa berjalan lancar.”

Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz menambahkan, keberadaan jalur interchange merupakan salah satu upaya Pemkot agar Kota Pekalongan tidak terdampak keberadaan jalan tol dan menjadi kota mati. “Ini menjadi ikhtiar agar Kota Pekalongan tidak ditinggalkan. Tahun 2019 kami akan bangun infrastruktur agar Kota Pekalongan bisa menjadi magnet wisatawan,” tutur Walikota.

Saelany juga memiliki rencana akan membangun pintu keluar jalur interchange di Kota Pekalongan dengan mewah. Pemkot akan membuat view dan bangunan yang bagus di pintu keluar interchange. “Akan dibangun view yang bagus sehingga pemandangan keluar masuk dari sini akan memperlihatkan Kota Pekalongan yang menarik. Kami akan buat agar Kota Pekalongan terlihat sebagai kota metropolis, kota kreatif dunia,” tandasnya. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments