Radar Kajen

Melihat Para Pedagang Pasar Induk Kedungwuni Menempati Pasar Darurat

Pedagang Pasar Induk Kedungwuni sudah mulai pindah ke pasar dan yang ada di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, kemarin. Seperti apa? M Hadiyan, Kedungwuni

Melihat Para Pedagang Pasar Induk Kedungwuni Menempati Pasar Darurat

TINJAU PASAR DARURAT – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat meninjau hari pertama penempatan pedagang Pasar Induk Kedungwuni di pasar darurat yang berada di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

ADA 1900 lebih pedagang di Pasar Induk Kedungwuni. Mereka mulai menempati pasar darurat. Penempatan hari pertama itu dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan jajaran pejabat Pemda setempat.

“Hari ini adalah hari pemindahan dan penempatan pasar darurat. Tadi pedagang membawa tumpeng, dan mengusung serta memasang sendiri barang-barang dagangan di los mereka,” ujar Bupati Pekalongan, saat meninjau Pasar Darurat Kedungwuni, kemarin.

Menurutnya, semangat para pedagang pasar ini menunjukkan bahwa pembangunan Pasar Induk Kedungwuni secara multiyears ini sangat didukung pedagang. “Susana pemindahan dan penempatan tadi sangat kondusif. Pedagang mendukung pembangunan pasar induk,” terangnya.

Dikatakan, pihaknya telah menyiapkan lahan 5 hektar di pasar darurat untuk menampung 1900 pedagang pasar induk. Selain itu, aspirasi masyarakat yang ingin ikut berdagang sekitar 300 orang, juga sudah kita tempatkan. Namun masih proses.

“Tapi secara keseluruhan berjalan lancar,” tambahnya.

Terkait keamanan, lalulintas dan juga kebutuhan air sudah beres. Bahkan, lanjut Asip, para pedagang di pasar darurat tidak dipungut biaya terkait penempatan lokasi.

“Semua gratis. Pedagang hanya bayar retribusi saja setiap hari yang nilainya Rp2500 untuk pedagang kios, dan Rp1000 untuk beceran,” ujar Bupati.

“Kalau sewa kios di luar pasar darurat, dengan nilai besar, itu bukan kewenangan Pemkab,” imbuhnya.

Ia berharap, kepindahan pedagang pasar induk ke pasar darurat tidak mengurangi larisnya jual beli pedagang Kedungwuni. “Semoga di pasar darurat ini, para pedagang dagangannya tetap laris. Dan pembangunan Pasar Induk Kedungwuni, dapat lancar dan mampu membangun ekonomi masyarakat,” tandasnya. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments