Metro Pekalongan

Gimana Ini, Panjang Baru Dua Kali Dapat Predikat Terkotor

*Akibat Rob

KOTA PEKALONGAN – Kelurahan Panjang Baru, kembali mendapatkan predikat sebagai kelurahan terkotor dalam lomba kelurahan terbersih periode ketiga yang digelar Pemkot Pekalongan setiap dua bulan sekali. Predikat yang diraih tersebut, merupakan yang kedua setelah pada periode sebelumnya kelurahan tersebut juga mendapatkan predikat yang sama.

Lurah Panjang Baru, Sukosrono Hadi, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa rob menjadi kendala utama wilayah Panjang Baru. Sehingga warga setempat fokus pada penyelamatan diri dan harta benda masing-masing sehingga belum fokus pada lingkungan. “Warga sendiri dalam beberapa bulan terakhir fokus mengantisipasi dampak rob di rumah masing-masing. Karena rob datang lagi, datang lagi,” ujarnya.

Ia sendiri mengaku kasihan dengan warga dan tidak tega, jika harus mengejar atau mendesak warga untuk turut dalam membersihkan lingkungan. Yang terpenting saat ini adalah warga dapat mengamankan diri masing-masing beserta keluarganya. “Nanti kalau sudah aman, tenang, tentram, otomatis saya yakin warga siap membantu membersihkan lingkungan,” tambahnya.

Selama ini, ia sudah memberikan imbauan kepada warga agar turut serta bergotong royong membersihkan lingkungan. Namun sebagai Lurah tidak bisa memaksa warga. “Justru setiap hari ada warga datang, mengadu kalau barangnya rusak, kalau tidak bisa tidur karena kasurnya basah dan lain-lain,” katanya lagi.

Selain kondisi warga yang belum memungkinkan, ia juga menyatakan bahwa kondisi wilayah Panjang Baru yang berupa cekungan juga menyebabkan kondisi lingkungan yang memburuk. Seluruh aliran air rob lengkap dengan sampah yang dibawanya, semua mengendap di wilayah Panjang Baru.

“Semua yang dari selatan kumpulnya disini. Mau kami sedot buang kemana juga susah sampai akhirnya air kering dengan sendirinya. Saya justru kasihan dengan warga ini. Sehingga selama ini kami hanya bisa mengimbau. Kalau warga siap, kami sangat berterima kasih. Tapi yang utama adalah antisipasi masing-masing terhadap rob yang sering terjadi,” jelasnya.

Meski begitu, Sukosrono menyatakan tetap berkomitmen untuk membersihkan lingkungannya. Momen 17 Agustus mendatang, akan dijadikannya pacuan bagi warga untuk gotong royong membersihkan lingkungan. “Momen 17 Agustus nanti kami akan ajak warga gotong royong membersihkan lingkungan. Komitmen kami tetap agar ini bisa digalakkan, semoga rob juga sudah reda,” harapnya.

Camat Pekalongan Utara, Yos Rosyidi, mengatakan predikat kelurahan terkotor yang dua kali diraih Kelurahan Panjang Baru akan dijadikan sebagai pemacu semangat untuk lebih intens dalam pengelolaan persampahan dan kebersihan di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara.

“Meskipun diakui untuk kelurahan-kelurahan di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan kelurahan lain karena selalu dilanda banjir rob. Tapi kami senantiasa mengingatkan warga untuk turut bersama mengelola sampah dan kebersihan lingkungan lewat pertemuan-pertemuan di tingkat RT dan RW. Kami juga membentuk tim pembina K3 untuk memonitor dan membina K3 di tingkat kelurahan,” tuturnya.

Banjir rob, lanjut Yos, membuat pengelolaan persampahan dan kebersihan lingkungan tidak bisa berjalan secara normal. Saat ini, kondisi rob sudah sedikit mereda sehingga ia berharap masyarakat mulai dapat konsen ke bidang lainnya termasuk kebersihan dan kesehatan lingkungan.(nul)

Penulis: M Ainul Atho

Facebook Comments