Metro Pekalongan

Bisa Belanja Malam Hari, Grosir Gamer Direncanakan Buka 24 Jam

Bisa Belanja Malam Hari, Grosir Gamer Direncanakan Buka 24 Jam

DIALOG – Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz saat berdialog dengan salah satu pedagang di Pasar Grosir Batik Gamer. Kedepan, rencananya pasar grosir tersebut akan dibuka 24 jam setiap harinya.
DOK HUMAS

KOTA PEKALONGAN – Pasar Grosir Batik Gamer, direncanakan akan dibuka selama 24 jam sebagai salah satu program peningkatan dan penataan pariwisata di Kota Pekalongan. Keberhasilan kegiatan ‘Batik Night Market’ yang digelar beberapa waktu lalu, menjadi acuan bagi Pemkot Pekalongan untuk mempermanenkan jam buka hingga malam hari bagi pasar grosir batik tersebut.

Rencana itu diungkapkan Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz, saat meninjau Pasar Grosir Gamer, Senin (9/7). Walikota menyatakan, keberadaan jalan tol membuat Kota Pekalongan harus berbenah, utamanya di bidang pariwisata. Ia menargetkan, Kota Pekalongan dapat menjadi kota yang hidup 24 jam, termasuk dari sisi penjualan batik.

“Jadi kita akan buat bagaimana nanti orang jam berapapun lewat di Kota Pekalongan, masih bisa beli batik. Akan kita buat format tersebut disini. Penjualan akan dibuka sampai malam jika perlu 24 jam,” tuturnya.

Batik Night Market yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, hanya berlangsung sekitar dua pekan. Dengan adanya kegiatan tersebut seluruh kios penjualan batik di Pasar Grosir Gamer buka hingga pukul 02.00 dini hari. “Ya nanti mungkin bisa selamanya. Sepanjang tahun disini dibuat format buka 24 jam,” tambahnya.

Berdasarkan penuturan para pedagang, lanjut Walikota, kegiatan Batik Night Market cukup berdampak positif yakni adanya peningkatan penjualan. “Disini sepi saat arus mudik tapi saat arus balik ramai. Jadi ni satu ikhtiar kita bagaimana agar Kota Pekalongan tidak mati dihadapkan dengan adanya jalan tol,” ucap Walikota.

Peningkatan penjualan dengan adanya Batik Night Market, juga diakui para pedagang. Ria, salah satu pedagang batik disana mengaku ada peningkatan omset hingga 50 persen. Sebelum adanya kegiatan tersebut, saat periode mudik ia mendapatkan omset sekitar Rp2 juta per hari. “Kemarin alhamdulillah bisa dapat Rp4 juta hingga Rp5 juta per hari,” akunya.

Selama kegiatan Batik Night Market lalu, ia membuka kiosnya hingga pukul 02.00 dini hari. Pada hari biasa, paling lama ia buka hingga pukul 22.00 malam. “Paling ramai jam 10 malam hingga jam 1 malam. Kegiatan tersebut ada pengaruhnya pada peningkatan penjualan,” tambahnya.

Hal yang sama disampaikan pedagang lainnya, Farah. Ia mengaku ada peningkatan omset selama kegiatan Batik Night Market. Pada hari biasa, omset yang didapatkan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari. “Kemarin bisa sampai Rp5 juta hingga Rp7 juta per harinya,” kata Farah. (nul)

Penulis: M Ainul Atho

Facebook Comments