Radar Pendidikan

Waduh, Disdikbud Temukan 10 SKTM Palsu

SKTM Batang

PERTEMUAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang menggelar pertemuan dengan seluruh Kapala sekolah Tingkat Atas di Kabupaten Batang.
M DHIA THUFAIL

Memalukan, Keluarga Mampu Mengaku Miskin

Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) seakan menjadi senjata ampuh bagi siswa untuk bisa diterima di sekolah yang diinginkannya. Bahkan, saking saktinya, ada sejumlah oknum yang sengaja memanfaatkannya untuk mengaku sebagai orang miskin dan menerbitkan SKTM dengan data palsu.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Batang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat menemukan sedikitnya ada 10 SKTM dengan data palsu yang digunakan untuk mendaftarkan anak didiknya di salah satu SMA favorit di wilayahnya.

Hal ini terungkap saat Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq SP MM, menggelar pertemuan dengan seluruh kepala sekolah Tingkat Atas di Kabupaten Batang pada Senin (9/7) di aula kantor setempat.

Dalam pertemuan itu, Kepala SMA Negeri 1 Batang Siti Ismuzaroh S Pd M Pd, menyampaikan, kejadian penyalahgunaan SKTM itu dialami oleh pihak sekolahnya. Ada 10 SKTM dengan data palsu yang berhasil ditemukan dan langsung diambil tindakan tegas.

“Sejak sebelum polemik SKTM ini mencuat di permukaan, kita sudah terlebih dulu membentuk tim khusus. Tugas tim ini untuk memantau dan mensurvei kebenaran SKTM di lapangan. Mereka mulai bekerja sejak proses pendaftaran hari pertama sampai dengan penutupan,” katanya.

Sehingga, kata Ismuzaroh yang juga menjabat sebagai ketua MKKS itu, setelah dilakuakn pendaftaran online, tim langsung diturunkan ke lapangan. Mereka mengecek keberadaan keluarga siswa apakah benar-benar miskin atau tidak. Hasilnya, ada 10 SKTM terbukti menggunakan data yang dipalsukan..

“Pendaftaran hari pertama sampai dengan ketiga tidak kita temukan adanya SKTM palsu, namun memasuki pendaftaran hari ke empat, tim dilapangan menemukan 10 SKTM dengan data palsu. Tim mendatangi rumah ke sepuluh orang ini, dan ternyata mereka tidak termasuk dalam kategori orang miskin,” terangnya.

Dengan adanya temuan itu, keesokan harinya, pihak sekolah langsung melakukan pemanggilan terhadap 10 orang yang menyalahgunakan SKTM itu. Setelah dimintai keterangan, akhirnya mereka mengakui dan memilih untuk menggunakan jalur reguler.

“Setelah kita mintai keterangan dan memberikan beberapa pilihan, akhirnya mereka memilih untuk mencabut berkas dan melakukan pendaftaran ulang dengan menggunakan jalur reguler,” ucapnya.

Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq, pun membenarkan adanya SKTM yang disalahgunakan di lingkungan sekolah Kabupaten Batang. Menurutnya, para oknum yang sengaja memalsukan data SKTM itu mengincar sekolah sekolah yang menjadi rujukan (favorit).

“Permasalahan ini bukan pada pihak sekolah, namun lebih kepada masyarakat itu sendiri. Mereka menaruh harap besar agar anaknya bisa diterima di sekolah sekolah rujukan. Karena permasalahan ini nyatanya tidak banyak terjadi di sekolah sekolah lain yang bukan sekolah rujukan,” kata Taufiq.

Justru, kata Taufik, dengan adanya pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 secara online di Kabupaten Batang, di satu sisi malah menguntungkan sekolah-sekolah yang selama ini terpinggirkan. Karena keterbatasan kuota di sekolah favorit, pilhan mendaftar di sekolah lain meningkat.

“Sedikit banyak menguntungkan bagi sekolah-sekolah yang selama ini tidak menjadi rujukan dan sekolah swasta pada umumnya. Mereka kini kebanjiran siswa, atau sudah melebihi kuota yang ditentukan,” pungkas Taufik. (fel)

Facebook Comments