Radar Tegal

60 Perusahaan Tak Penuhi UMK

60 Perusahaan Tak Penuhi UMK

SUASANA KERJA: Sejumlah buruh pabrik memilih ikan belum lama ini.
SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS

TEGAL – Upah minimum kabupaten (UMK) Pati 2018 telah diterapkan enam bulan ini. Dari sekitar 600 perusahaan, yang belum menerapkan UMK sekitar 10 persen. Praktis ada sekita r60 perusahaan belum mampu menggaji pekerja sesuai UMK yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pati Tri Haryama melalui Kabid Hubungan Industrial, Hendri Kristiyanto menyampaikan, Dari sekitar 600 perusahaan, masih ada 10 persen yang belum membayarkan gaji sesuai UMK. Sedianya perusahaan menerapkan UMK sesuai dengan aturan yakni Rp 1.585.000.

Namun, lanjut Hendri, masih ada perusahaan yang belum melaksanakannya. Karena ada kesepakatan antara perusahaan bersangkutan dan pekerja tentang gaji yang disepakati. “Misalnya saja perusahaan bersangkutan hanya bisa menggaji Rp 1,3 juta. Kalau digaji Rp 1,5 juta harus ada yang diputus hubungan kerja (PHK),” ungkapnya.

Atas kesepakatan tersebut, antara karyawan dan perusahaan sama-sama diuntungkan. Terlebih karyawan bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji setiap bulannya. Sebagian besar perusahaan yang belum membayarkan gaji sesuai UMK di sektor pertokoan. Pihaknya berharap, kedepan bagi perusahaan yang belum menerapkan UMK bisa menerapkan sesuai aturan.

Sementara itu Ketua Federasi serikat pekerja Keadilan (FSPK) Pati, Ahmadi mengungkapkan, masih banyak ketimpangan dalam hal pembayaran UMK. Pada 23 perusahaan yang berada di bawah FSPK saja yang belum membayarkan gaji sesuai UMK ada 15 persen. Kebanyakan di bidang perhotelan dan pabrik es.

“Sedianya bagi perusahaan yang belum membayarkan gaji sesuai UMK itu hrus ditindak. Ini tergantung dengan dinas terkait juga karena perusahaan melanggar perjanjian yang melanggar aturan yang sudah dibuat pemerintah terkait UMK. Terlebih UMK ada pergubnya,” tegasnya. (put/him)

Facebook Comments