Features

Bupati Pekalongan Resah Terima Banyak Keluhan Warga

Asip Kholbihi

SAPA – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melambaikan tangan kepada masyarakat.

Peredaran Judi Togel Marak di Kabupaten Pekalongan

Peredaran judi toto gelap (Togel) di Kabupaten Pekalongan sudah sangat meresahkan. Kenapa bisa begitu? M Hadiyan, Kajen

Ironis. Kalimat ini sangat tepat dengan maraknya peredaran judi togel. Bagaimana tidak, Kabupaten Pekalongan yang dikenal dengan Kota Santri tercoreng dengan maraknya peredaran judi togel. Bahkan, peredaran judi togel di wilayah Kota Santri mulai membuat resah.

Hal itu diungkapkan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, yang mengaku menerima banyak keluhan dari warga terkait maraknya perjudian toto gelap (togel) tersebut. Sebab, perjudian ini dinilai hilang dan muncul begitu saja, serta cukup marak sehingga dikeluhkan oleh masyarakat.

Menurut Asip, layanan quick response yang diterapkan dalam menyikapi permasalahan di masyarakat, baik melalui telepon pribadi, sms center, maupun sosial media pribadi, di antara keluhan yang diterima, adalah terkait peredaran togel.

“Cukup meresahkan peredaran togel di tengah-tengah masyarakat Kota Santri. Ini muncul lantaran saya juga harus menyikapi, karena saya menerapkan layanan quick response. Di situ banyak keluhan terkait marak togel di masyarakat,” ungkap bupati.

Dijelaskan Asip, berdasarkan informasi yang diterima, bahwa kegiatan togel di lingkungan masyarakat, hilang dan muncul begitu saja, tanpa diketahui. Akan tetapi, peredarannya cukup marak di desa-desa, walaupun dilakukan secara terselubung.

Terhadap masalah itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Polres Pekalongan untuk segera menyikapinya. Sehingga memberlakukan efek jera kepada para pelaku perjudian itu. Dan meminta masyarakat untuk menjauhinya atau melaporkan langsung keberadaan para pelaku.

“Saya nanti akan ngomong dengan pak Kapolres dan melakukan koordinasi, karena ini sudah masuk ranah meresahkan. Kalau tidak pasti tidak disampaikan ke saya. Ini berarti kita curigai peredarannya marak,” ungkap Asip.

Sementara, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan ketika dikonfirmasi terkait masalah tersebut mengatakan, sudah berusaha keras, sudah menangkap beberapa tersangka, ada keluhan-keluhan merupakan tugas bersama untuk menangani masalah tersebut.

“Kami meminta warga masyarakat sekitar ikut peduli melaporkan, agar kita dapat menangkapnya. Kita juga antisipasi daerah-daerah perbatasan sekitar, agar kita juga tidak kebobolan. Yang jelas mari bersama-sama memeranginya,” tandas Kapolres. (yan)

Facebook Comments