Radar Kendal

Tol Dibuka, Pengusaha Menjerit Omset Turun 40%

KENDAL – Keberadaan jalan Tol Batang-Semarang yang difungsikan secara fungsional ternyata membawa dampak yang sangat signifikan bagi pemasukan restaurant dan perhotelan di Kendal. Tak tanggung-tanggung, omset turun hingga 40% jika dibandingkan dengan lebaran tahun lalu.

Ketua PHRI Kabupaten Kendal, Cahyanto, mengatakan bahwa beberapa restaurant dan hotel di Kendal saat lebaran tetap mengandalkan kunjungan dari para pemudik namun karena para pemudik lebih memilih lewat tol fungsional maka berdampak pada omset para pengusaha.

“Beberapa waktu lalu kami sempat meminta para anggota PHRI untuk laporan terkait omset saat arus mudik dan semua teman-teman ini mengeluh karena omset menurun drastis,” ungkapnya.

Arus mudik menurutnya adalah pasar yang sangat potensial. Bayangkan hanya sepiring mie instan dijual dengan harga Rp25.000 bisa laku terjual. Dengan sepinya pemudik yang masuk jalan dalam kota Kendal tentunya sangat merugikan sehingga perlu solusi agar para pengusaha tetap dapat menjalankan usahanya.

“Hal ini butuh peran dari pemerintah setidaknya sebelum masuk tol Grinsing ada baliho atau iklan kaitannya dengan potensi-potensi Kabupaten Kendal sehingga orang-orang dari luar kota berminat masuk jalan dalam kota. Solusi lainnya pemerintah meminta space rest area sehingga para pengusaha dapat mengembangkan usahanya,” pungkasnya. (fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments