Radar Kendal

Baru Lima Perusahaan Beroperasi

Basuri Tjahaya Purnama, Direktur Kendal Industri Park

Basuri Tjahaya Purnama, Direktur Kendal Industri Park

*Dari 43 Perusahaan di KIK, Serap 285 Tenaga Kerja

KENDAL – Pembangunan perusahaan di Kawasan Industri Kendal (KIK) belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari 43 perusahaan yang sudah berkomitmen akan membangun di KIK, baru ada lima perusahaan yang sudah beroperasi. Lima perusahaan itu adalah Tatwai bergerak dalam bidang Furniture asal Singapura, APP Timber, Veneer (Malaysia), MMI, Filling Storage (Indonesia), Roda Maju Bahagia, Sepeda ( JV: Indonesia-China) dan Ganda Sugih Arthaboga, Mie Kering (Indonesia). Dari lima perusahaan yang beroperasi, telah menyerap 285 tenaga kerja dari Kendal dan Semarang.

Hal itu dibenarkan Direktur Kendal Industri Park Basuri Tjahaya Purnama, kemarin. Kata dia, pihaknya belum bisa menargetkan dalam jangka waktu berapa tahun semua perusahaan yang sudah komitmen itu membangun pabriknya. Membangun kawasan industri bertaraf Internasional seperti KIK itu tidak mudah, karena harus mempersiapkan semua pendukung, terutama infrastruktur, baik infrastruktur jalan, ketersediaan air bersih dan kebutuhan listrik.

“Salah satu kendalanya masalah air bersih, tapi sedang dipersiapkan untuk mengambil air dari Sungai Blorong,” kata dia.

Basruri T Purnama mengatakan, setiap perusahaan yang akan membangun selalu menanyakan ketersediaan air bersih dan listrik yang bisa dicukupi dengan harga yang tidak mahal. Karena itu, walaupun KIK berada dekat dengan laut, tapi tidak memanfaatkan air laut untuk diproses menjadi air bersih, karena membutuhkan biaya yang tinggi. “Kalau untuk kebutuhan listrik 1.000 Mega What tidak ada masalah,” ungkap dia.

Ada yang menggembirakan dari KIK, yaitu Politeknik Furniture yang peletakan batu pertamanya pada Oktober 2017 lalu ternyata pada Agustus 2018 mendatang mulai menerima mahasiswa baru. Perguruan tinggi bidang industri perkayuan tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pabrik-pabrik yang dibangun di kawasan tersebut. Perusahaan kontruksi lainya yang juga berkomitmen membangun di KIK adalah Sinar Harapan Plastik dari Indonesia, Kendal Eco Furindo Furniture dari Singapura, D&V International MAkmur Gemilang dari Indonesia yang memproduksi alat kesehatan. “Sudah dipersiapkan, ketika lulus nanti sudah ada perusahaan yang menampungnya,” pungkas dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments