Radar Pendidikan

Ajak Anak Lestarikan Tradisi dengan Aman

Ajak Anak Lestarikan Tradisi dengan Aman

RAMAIKAN – Masyarakat Pekalongan dan sekitarnya saat meramaikan event Java Balloons Festival Pekalongan di Lapangan Kuripan, Jumat (22/6).
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

KOTA – Java Balloons Festival Pekalongan (JBFP) 2018 menjadi sarana baru dalam merayakan tradisi syawalan. Masyarakat antusias melihat dan meramaikan agenda baru ini. Terbukti dari meriahnya event yang sudah digelar selama dua hari mulai, Kamis (21/6).

Hal ini seperti yang dilakukan Nur Khumaeroh, warga Watusalam Buaran yang mengajak serta kedua ponakannya menonton festival balon ini. Menurutnya dengan acara ini ia dapat mengajarkan keponakannya akan pentingnya berkeselamatan sembari menjaga tradisi.

“Balon udara itu kan sudah tradisi ya mbak di Pekalongan. Kayaknya kalau tidak ada balon itu kaya bukan Syawalan Pekalongan. Nah dengan adanya ini anak-anak juga lebih tau kan kalau balon udara yang ditambatkan seperti ini lebih aman. Sedangkan yang biasa ilegal diterbangkan masyarakat itu lebih berbahaya dan beresiko,” terangnya.

Menurutnya kedua ponakannya pun lebih senang melihat aneka balon udara di JBFP. Pasalnya balon udara yang ditampilkan juga lebih berwarna-warni. Selain itu rangkaian acaranya juga menarik dan ramai. Sehingga masyarakat juga berbondong-bondong ingin melihat festival yang baru pertama kali digelar di Pekalongan ini.

Senada, Warga Kuripan Lor, Maria Ulfa pun mengamini jika JBFP 2018 ini lebih menarik dan tentunya lebih aman. Selain itu anak-anak juga dapat mencontoh tradisi ini dengan cara yang lebih baik. Sebab selama ini justru banyak balon udara yang ilegal daan berbahaya. Tak hanya bagi penerbangan dan lalu lintas udara, tapi juga warga sekitar.

Pasalnya terkadang balon udara ini dilengkapi dengan petasan. Petasan ini pun kebanyakan mengeluarkan dentuman keras dan mengganggu pendengaran dan jantung. Selain itu juga masyarakat cukup kesal jika ada balon udara yang tersangkut di tempat yang tidak seharusnya.

“JBFP ini semacam inovasi tanpa melupakan tradisi. Karena sudah saatnya Syawalan Pekalongan lebih dikenal dunia internasional. Apalagi dengan inovasi baru ini. Bukan karena tradisi yang membahayakan. Saya pribadi berharap semakin banyak nantinya masyarakat yang sadar akan keselamatan diri sendiri dengan tidak menerbangkan balon udara secara ilegal,” tandasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments