Radar Batang

Puncak Arus Balik Diperkirakan Berakhir Pada 24 Juni

Puncak Arus Balik Diperkirakan Berakhir Pada 24 Juni

ARUS BALIK – Menteri Perhubungan ikut mengatur arus lalu lintas yang melalui jalur tol jembatan Kalikuto.
M DHIA THUFAIL / RADAR PEKALONGAN

*Per menit, 20-30 kendaraan lewati Tol Fungsional

BATANG – Arus balik libur lebaran 2018 sudah mulai diberlakukan sejak Senin (18/6) pagi pukul 07.30 WIB. Diperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada Rabu (20/6) malam dan akan berakhir pada Minggu (24/6) malam.

Hal itu diketahui dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan pemantauan arus balik di jembatan tol fungsional Kalikuto, Gringsing, Senin (18/6). Ia mengatakan, arus balik akan berlangsung mulai Senin (18/6) dan puncaknya pada Rabu (20/6) malam.

“Sekarang sudah mulai terlihat padat di sekitar jembatan ini. Sudah ada peningkatan kendaraan dan diprediksi volume kendaraan akan terus meningkat hingga puncak arus nanti pada tanggal 20 Juni,” ungkapnya.

Menurutnya, kepadatan kendaraan para pemudik membuat antrean panjang sekitar 1 kilometer di ruas jembatan Kalikuto. Antrean kendaraan tersebut karena ada dua jalur yang menuju arah Jakarta, yang satu masuk jembatan tol Kali Kuto dan satu lagi kearah jalur nasional.

“Saya memantau melalui udara dan darat. Tadi dari Jakarta hingga Cirebon, arus terpantau masih landai. Kepadatan sudah mulai terlihat dari Cirebon sampai Batang ini. Kepadatan juga terlihat di tol fungsional sebelum Jembatan Kalikuto. Ada antrean yang cukup signifikan sekitar satu kilometer,” terangnya.

Ditambahkan Menteri Budi, jika tol Batang-Brebes terjadi kepadatan kendaraan, maka akan diberlakukan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus melalui jalur Pantura.

“Hasil diskusi dengan Polri, seperti yang sudah diskenariokan jika terjadi kepadatan di tol fungsional Batang-Brebes, kendaraan akan diarahkan ke jalur Pantura. Sekalian pemudik bisa merasakan kuliner dan oleh-oleh khas di sekitar daerah yang dilalui,” terangnya.

Ia mengatakan pada kunjungannya ke jalur pantura Batang dan tol fungsional Batang-Semarang ini juga dalam rangkaian memaksimalkan kesiapan tempat rest area dari tol Batang hingga Cikopo.

Selain itu, kata dia, juga memastikan fungsi-fungsi Pertamina terhadap suplai bahan bakar minyak (BBM) dan pelayanan kesehatan yang ada di rest area.

“Untuk antisipasi puncak arus balik, kita sudah siap siagakan penuh (full) dengan berbagai tugas Kementerian Perhubungan, Polri, Kementrian PUPR, Pertamina, Jasa Marga,” katanya.

Sementara ditemui terpisah, Kasat Lantas Polres Batang AKP M Adiel Aristo mengatakan bahwa dengan meningkatnya arus balik Lebaran 2018 pihaknya menerapkan rekayasa arus lalu lintas kendaraan yang melalui jalan pantura maupun tol fungsional Batang-Semarang.

“Rekayasa lalu lintas dimulai pada hari Senin (18/6) dengan memberlakukan sistem pemecah arus balik. Pada saat memasuki Weleri, arus kendaraan kita pecah menjadi dua. Sebagian kita arahkan menuju pantura Batang, kemudian kembali masuk tol melalui pintu tol Kandeman,” katanya.

Sebagian arus kendaraan lainnya dari arah Semarang tetap dipersilakan menggunakan jalur tol fungsional Batang-Semarang melalui Jembatan Kalikuto Gringsing yang hanya tersedia satu lajur.

Pengemudi yang ingin menempuh jalur pantura tanpa masuk pintu tol Kandeman tetap diperbolehkan namun dibatasi agar tidak terjadi kemacetan pada titik rawan di jalur pantura.

“Kita berlakukan rekayasa lalu lintas mulai 18 Juni 2018 hingga 24 Juni 2018 sebagai upaya mengantisipasi kemacetan kendaraan,” katanya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Facebook Comments