Neutron Yogyakarta
Radar Batang

Hari ini, Jembatan Kali Kuto Mulai Difungsikan

Hari ini, Jembatan Kali Kuto Mulai Difungsikan

PENINJAUAN – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa saat melakukan peninjauan pekerjaan fisik jembatan tol fungsional Kali Kuto, Selasa (12/6) siang kemarin.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Progres pengerjaan fisik pembangunan jembatan Kali Kuto di perbatasan jalur tol fungsional Batang-Kendal telah mencapai 97 persen. Direncanakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) akan membukanya sebagai tanda jembatan sudah bisa dilalui hari ini atau Rabu (12/6).

Hal itu diketahui dari keterangan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa saat melakukan peninjauan pekerjaan fisik jembatan tol fungsional Kali Kuto, Selasa (12/6) siang kemarin.

“Hari ini (kemarin-red) kami lihat pengerjaan fisik jembatan Kali Kuto sudah hampir mencapai 100 persen. Mudah mudahan nanti malam sudah bisa nyambung. Sehingga diprediksi besok Rabu (hari ini-red) sudah bisa diresmikan oleh Menteri PUPR,” terang Royke didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Dirlantas) Kombes Halim Pagarra.

Ia menyampaikan, usai dibuka oleh Menteri PUPR, Jembatan Kali Kuto bisa digunakan satu jalur dan dua lajur untuk pemudik yang menggunakan mobil penumpang. Mengingat, jembatan baru berstatus fungsional belum operasional.

“Kalau jembatan Kali Kuto ini sudah dibuka dan volume kendaraan sudah semakin berkurang, maka exit tol gringsing akan kami tutup. Namun, apabila volume kendaraan masih cukup padat sampai dengan H-2, maka kami akan mengurainya dengan mengeluarkan kendaraan melalui exit tol gringsing,” jelasnya.

Sementara itu, dikatakan oleh Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Arie Irianto bahwa pihaknya sampai dengan saat ini terus mengupayakan percepatan pembangunan fisik jembatan Kali Kuto.

“Terkait keputusan nanti bisa digunakan atau tidak, ada tim komisi keamanan jalan, jembatan dan terowongan Kementerian PUPR. Merekalah yang nantinya akan menilai, mengevaluasi dan memutuskan apakah jembatan ini layak untuk di fungsionalkan atau tidak,” katanya.

Dia menekankan, kendati pun target penyelesaian konstruksi terpenuhi, namun jika komisi keamanan jalan, jembatan dan terowongan Kementerian PUPR tidak merekomendasikan untuk dilewati pada H-2 Lebaran, Arie akan mematuhinya.

Ia mengatakan, meski mengejar target fungsional, namun demikian pihaknya tetap mengutamakan ketelitian dan keamanan. Kalaupun dinilai belum aman, maka dengan terpaksa jembatan tersebut belum bisa digunakan oleh pemudik.

“Jembatan Kalikuto merupakan titik kritis di ruas Jalan Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah. Oleh karena itu, proses pembangunannya tak sekadar membutuhkan kecepatan, melainkan juga keahlian, ketelitian, kerja keras, dan pemasangan yang presisi agar aman dilintasi. Kita tidak mau gegabah, nomor satu tetap keamanan,” ungkapnya.

Ada pun progres konstruksi Jembatan Kali Kuto hingga Selasa (12/6) siang, menyisakan 6 batang pengaku (bracing) cross girder dari total kebutuhan 58 batang prioritas. “Mudahmudahan hari ini seluruhnya selesai,” kata Arie.

Arie berkisah, sebelum Selasa, pihaknya terus menerus berupaya mencari segala macam opsi penyelesaian terbaik. Hal ini terjadi karena dinamika di lapangan sangat berbeda, dan tidak berjalan sesuai rencana awal. Namun demikian, Arie tetap optimistis Jembatan Kalikuto bisa selesai dengan tingkat keamanan tinggi.

Untuk diketahui, Jembatan Kalikuto memiliki bobot 2.400 ton. Panjang bagian utama jembatan ini 100 meter. Sementara dua jembatan di sampingnya masing-masing 30 meter, sehingga totalnya 160 meter. Jembatan ini merupakan jembatan pelengkung pertama di Indonesia, bahkan di dunia, yang perakitannya dilakukan di lokasi.

“Jadi jembatan kali kuto ini ada 3 span, menspannya 100 meter, span di sisi barat 30 meter, dan span sisi timur 30 meter, jadi totalnya 160 meter. Dengan lebar finalnya nanti 32 meter tetapi untuk fungsional ini kita planing 10 meter terlebih dulu untuk melayani satu jalur dan dua lajur,” bebernya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Facebook Comments