Neutron Yogyakarta
Radar Pendidikan

Dai Diterjunkan Hingga Pelosok

Dai Diterjunkan Hingga Pelosok

TERJUN LANGSUNG – Yayasan Salam Alaina menerjunkan 15 dai langsung untuk mengadi di daerah Lebakbarang.
NOVIA ROCHMAWATI

LEBAKBARANG – Ramadan ini, Yayasan Salam Alaina Mubaroka kembali menerjunkan 15 dai ke pelosok pekalongan, Lebakbarang. Setelah selama 25 hari mengabdi, para dai ini kembali ditarik, Minggu (10/6).

Sejak akhir bulan Syaban, mereka sudah ditempatkan di berbagai Dusun di kecamatan Lebakbarang. Para dai mengimami jamaah salat fardhu, tarawih witir, ngaji bab agama berdasar kitab kuning ala ahlissunnah wal jamaah an nahdliyah, dan mendampingi anak-anak baca tulis alquran, rutin setiap harinya.

“Terima kasih kepada yayasan Salam Alaina Mubaroka yang masih terus mengirimkan para dainya, tapi kami berharap di tahun-tahun depan juga masih mengirimkan lagi, karena memang masyarakat Lebakbarang belum siap untuk mandiri, masih membutuhkan binaan. Dengan berbagai kendala yang ada, kami doakan semoga para dai diganjar oleh Allah SWT dengan sebaik-baiknya,” terang tokoh masyrakat Lebakbarang, Slamet Subkhi.

Pihaknya mewakili masyarakat mengapresiasi pengabdian para dai ini. Pasalnya selain jalur yang cukup terjal, dai gunung juga harus merelakan waktu mereka untuk tidak bersama keluarga terlebih dahulu. Sudah begitu di beberapa titik di sana, memang sulit untuk mendapatkan jaringan seluler. Namun dengan kendala itu, para dai gunung ini tetap telaten dan sabar mendampingi masyarakat di sana.

Sementara itu, Pengasuh Yayasan Salam Alaina Mubaroka, KH Dr Sam’ani Sya’roni MAg mengutarakan pihaknya akan terus mengupayakan pengiriman dai jika memang masyarakat membutuhkan. Bahkan tidak hanya terfokus di bulan Ramadan saja.

“Salah satu upaya kami juga adalah memfasilitasi anak-anak Lebakbarang yang pingin mondok, agar ke depan lahir dai-dai lokal Lebakbarang yang siap berkhidmah untuk masyarakatnya,” imbuh Sam’ani.

Ketua Panitia Kegiatan, Mirza Rofik, berharap ke depan makin banyak rekanrekan santri yang berminat untuk mengabdikan diri. Sehingga makin banyak daerah yang lebih terjangkau.

“Kami juga mengajak teman-teman santri yang siap berkhidmah di daerah pegunungan, baik di bulan Ramadan atau lainnya untuk bergabung bersama. Sebab setiap tahun hampir pasti kekurangan jumlah dai yang diterjunkan,” harap Mirza. (nov)

Facebook Comments