Features

Warga Tak Kaget, Sudah Tiga Tahun Lebaran Banjir

Rob Besar

ROB LAGI – Warga Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan berpotensi bakal kembali merayakan Idulfitri di tengah genangan rob, bila memang prediksi dari BRSDM KP terkait ancaman rob besar di saat Lebaran benar terjadi.
MUHAMMAD HADIYAN

Melihat Prediksi BRSDM KP Soal Rob Besar saat Lebaran

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) memprediksi akan ada ancaman rob saat lebaran Idul Fitri. Bagaimana tanggapan warga terkait prediksi itu? M Hadiyan. Tirto

Warga terdampak rob di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan tak kaget dengan prediksi Pusat Riset Kelautan, yang menyatakan akan terjadi rob besar pada saat Lebaran 2018 nanti. Bagaimana tidak, setiap tahun warga setempat sudah terbiasa merayakan Hari Raya Idulfitri di tengah genangan banjir rob.

Kepala Desa Jeruksari, Kiswanto mengatakan, pihaknya sudah menyosialisasikan terkait prodiksi dari Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) kepada masyarakat, terkait prediksi peningkatan air pasang yang akan terjadi pada lebaran nanti.

“Kami sudah sosialisasi. Tapi, masyarakat sudah cukup tangguh dan menanggapi dengan biasa. Mereka sudah tak kaget Lebaran di tengah genangan,” kata Kades Kuswanto, kemarin.

Sudah tiga kali lebaran ini masyarakat di desanya merayakan Hari Raya Idulfitri di tengah genangan rob. Sehingga, jika lebaran nanti rob masih terjadi, maka ini merupakan keempat kalinya bencana tersebut mengisi momen lebaran masyarakat pesisir tersebut.

“Dibilang sulit ya sulit. Prihatin ya prihatin. Tapi gimana lagi, setiap lebaran selalu rob,” ujar Kuswanto

Hingga saat ini saja, rob masih menggenangi 50 persen dari jumlah rumah warga di Desa Jeruksai. “Total rumah di Jeruksari ada 1.300 rumah. 50 persennya masih tergenang. Ketinggian air rob saat paling surut seperti siang ini, mencapai 20 centimeter. Meningkat hingga 50 centimeter ketika waktu maghrib tiba,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berharap rob di desanya segera surut. Selain melakukan perbaikan tanggul sungai yang jebol, pihak desa juga melakukan upaya doa bersama dengan anak-anak yatim, agar bencana segera berakhir. “Kita berharap surut. Percepatan pembangunan tanggul melintang yang merupakan proyek pemerintah dapat segera selesai. Sehingga dapat membawa perubahan bagi warga terdampak rob di desa kami,” tandasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengungkapkan, kajian riset dari BRSDM KP, menyebutkan, bahwa pada tanggal 20 Juni akan terjadi puncak kenaikan air pasang di wilayah PPN Pekalongan.

Dijelaskan, prediksi elevasi air laut di lokasi PPN Pekalongan untuk periode 14-20 Juni 2018, akan terjadi air pasang tertinggi, tepatnya pada 20 Juni 2018, pukul 16.00 WIB. Kemudian, akan terjadi pula surut terendah pada 20 Juni 2018, tepatnya pukul 23.00 WIB.

“Dari BMKG belum mengeluarkan edaran resmi. Namun, BMKG sudah memprediksi juga bahwa akan terjadi gelombang tinggi di Laut Jawa,” terang Bambang, kemarin.

Atas dasar inilah, pihak BPBD akan melakukan antisipasi kesiapsiagaan bencana. Sehingga jangan sampai terjadi sesuaitu namun BPBD belum memberikan warning system kepada masyarakat. “Karena ini libur, maka perlu adanya koordinasi. Kami sudah beri surat kepada Bupati Pekalongan, Wabup, Sekda dengan dasar riset tadi, untuk mengambil langkah-langkah antisipasi,” ujar dia.

Langkah antisipasi ini, di antaranya, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, persiapan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, permohonan dukungan peralatan, sarana dan prasarana, serta personel kesiapsiagaan bencana.

“Adanya prediksi ini kita harus antisipasi. Jangan sampai kecolongan. Sebab, pada saat terjadinya rob tinggi 23 Mei lalu, kajian riset juga telah memprediksi hal tersebut sebelumnya,” ungkap Bambang.

Sementara, untuk kondisi rob saat ini, genangan masih menyelimuti permukiman di 11 desa pesisir Kota Santri. “Hari ini sempat agak naik. Namun agak kecil. Genangan tidak terlalu tinggi dibanding sebelumnya. Hanya jalan-jalan yang rendah saja yang tergenang,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments