Radar Batang

Pengoperasian Tol jadi Tantangan Berat

Wihaji Pantau Tol

PANTAU TOL – Bupati Wihaji didampingi Sekda H Nasikhin, Kasatpol PP Suresmi, dan Kepala Disparpora Wahyu Budi Santoso memantau kesiapan tol fungsional, belum lama ini.

Pemkab Batang Terus Lakukan Kajian

Momentum arus mudik lebaran tahun ini kembali mencuri perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang. Pasalnya, ke depan pengoperasian tol Batang-Semarang dipastikan akan memberikan dampak sosial ekonomi dan lainnya bagi masyarakat.

“Ini tantangan berat, pemerintah daerah terus melakukan observasi mendalam terhadap pengoperasioan tol fungsional saat mudik lebaran ini. Setiap peluang dan tantangan itu harus kita kaji betul agar keberadaan tol ini tak tetap mampu memberi berkah bagi masyarakat dan daerah,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Drs H Nasikhin MH, Selasa (12/6).

Selama puasa dan pembukaan tol Batang-Semarang secara fungsional sejak 8 Juni lalu, Bupati Wihajii, Wabup Suyono, Sekda dan jajaran birokrasi beberapa kali melakukan pemantauan lapangan. Menurut Nasikhin, untuk arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini, Bupati telah menginstruksikan jajarannya untuk memanfaatkan momentum itu guna mempromosikan destinasii wisata dan kesempatan berinvestasi di Kabupaten Batang.

“Pemkab telah memasang banyak baliho, spanduk, dan berbagai media lain yang informatif sekaligus bersifat mengajak orang untuk berwisata dan berinvestasi di Kabupaten Batang,” ucapnya.

Lanjut Nasikhin, kerja-kerja tersebut akan terus dilakukan dengan memanfaatkan segala potensi yang dipunyai pemerintah daerah. Pemkab menurutnya telah sejak lama mengestimasi potensi dampak pengoperasian tol Batang-Semarang terhadap aktivitas perekonomian maupun dampak sosialnya bagi masyarakat.

“Sejak awal, Pak Bupati juga telah menyampaikan kegelisahannya terkait dampak tol ini dan memperjuangkan direalisasikannya exit tol yang representative. Alhamdulillah, kini ada tiga titik yang ke depan bisa dimanfaatkan secara serius, yakni Candiareng, Kandeman, dan Gringsing,” terangnya.

Keberadaan exit tol itu menurut Sekda amat vital untuk mencegah dampak pengoperasian tol yang bisa mematikan perekonomian daerah. Karena itu, Pemkab harus memastikan bisa mengelola akses itu secara maksimal agar bisa berdampak terhadap program wisata dan investasi yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami terus melakukan kajian-kajian untuk mencari solusi yang efektif, sehingga kehadiran tol bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

Pemkab mengajak semua komponen masyarakat untuk meningkatkan etos kerja produktif , mengembangkan ekonomi kreatif , meningkatkan kerukunan dan sinergi serta optimis menatap ke depan. “Sebab tantangan ke depan tidak lagi bisa bisa dihadapi secara konvensional, tetapi butuh upaya yang kreatif, inovatif, dan masif serta berkelanjutan,” pesannya. (sef)

Facebook Comments