Neutron Yogyakarta
Radar Batang

H-4 Lebaran, 18.195 Kendaraan Lewati Tol Fungsional Batang

H-4 Lebaran, 18195 Kendaraan Lewati Tol Fungsional Batang

PADAT – Kepadatan arus lalu lintas terjadi di Tol Fungsional Trans Jawa Kabupaten Batang, pada Senin (11/6/2018) sore atau H-4 Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah.
RAKA DENNY/JAWAPOS

*Arus Mudik Semakin Landai

BATANG – Memasuki H-4 Lebaran, tercatat sudah ada 18.195 kendaraan dari arah Jakarta menuju ke Semarang yang melewati jalur tol fungsional Pemalang-Batang dan Batang-Semarang.

“Jumlah kendaraan yang melintas tol fungsional Batang-Semarang sampai dengan hari ini, Senin (11/6) siang sudah mencapai 18.195 unit. Peningkatan arus mudik kendaraan ini terjadi sejak hari Minggu (10/6) kemarin dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan pada hari Selasa (12/6) esok,” terang Kasat Lantas Polres Batang, AKP M Adiel Aristo, saat ditemui di exit tol Gringsing, kemarin.

Ia mengatakan, dengan adanya peningkatan jumlah arus mudik di jalur tol fungsional, mengakibatkan arus lalu lintas di titik exit tol Gringsing sedikit mengalami penumpukan antrean kendaraan.

Terlihat dari pantauan udara, antrean kendaraan yang melintas di jalur tol fungsional Batang-Semarang maupun di Pantura Gringsing cukup padat. Bahkan, antrean kendaraan di jalan tol fungsional menjelang jembatan Kali Kuto terpantau mengular menuju jalan Pantura.

Dijelaskan Aristo, antrean disebabkan kendaraan yang akan keluar sebelum jembatan Kali Kuto terpaksa melaju dengan kecepatan sangat rendah, karena tikungan dan turunan yang sedikit curam.

“Perlambatan di fly over Gringsing sendiri diakibatkan kendaraan yang akan turun dan keluar ke jalur Pantura dan ada penyempitan jalan saat diberlakukan contra flow. Sehingga, kendaraan berjalan pelan. Setelah kendaraan kontra flow sepanjang lima ratus meter, maka akan kembali masuk pintu tol Weleri dan perjalanan mulai lancar kembali,” katanya.

“Per menit, jumlah kendaraan meningkat sebanyak 178 unit. Sehingga, wajar apabila terjadi penumpukan di exit tol Gringsing. Terlebih di exit tol Gringsing ada perpindahan dari jalur tol ke jalur Pantura, karena jembatan Kali Kuto belum bisa di fungsikan,” katanya.

Dijelaskannya, untuk mengurai ketersendatan akibat persimpangan arus exit tol dengan arus Pantura, petugas sengaja membuka dua pintu exit tol yang ada di Gringsing.

“Untuk mengurai ketersendatan tersebut, Polres Batang melakukan rekayasa Lalu Lintas dengan membagi jumlah kendaraan yang akan keluar til fungsional untuk dikeluarkan ke exit tol Kali Kuto dan exit tol Gringsing,” bebernya.

Arus Mudik Semakin Landai

Disisi lain, Mendekati hari H lebaran, arus mudik masih terus terjadi. Di beberapa moda transportasi, jumlah pemudik semakin sedikit. Libur lebaran yang panjang membuat persebaran waktu mudik semakin longgar.

General Manager PT Jasa Marga cabang Jakarta Cikampek Raddy Riadi Lukman menuturkan jumlah pengendara yang melewati pintu tol Cikarang Utama terus menerus turun hari ke hari. Hasil rekapitulasi pada Minggu (10/6) atau H-5 jumlah kendaraan yang menuju arah Cikampek sebanyak 88.593 kendaraan. Itu sudah termasuk data pada Senin pagi atau shift ketiga H-5 sebanyak 34.714  kendaraan. Sebelumnya, diprediksikan jumlah kendaraan pada H-5 itu sebanyak 109.115 kendaraan.

“Prediksi kita H-3 (hari ini, 12/6) lalin masih tinggi namun tidak sebesar H-6,” ujar Raddy kepada Jawa Pos, kemarin (11/6).

Pada H-6 atau Sabtu (9/6) lalu total kendaraan yang melintasi Cikarut sebanyak 109.165 kendaraan. Sedangkan prediksi mencapai 112.000 kendaraan.

Lebih lanjut Raddy mengungkapkan meskipun jumlah kendaraan relatif terus menurun mereka tetap waspada. Sedikit saja ada sumbatan arus lalu lintas langsung dimainkan strategi-strategi sebelumnya. Misalnya melakukan lagi contraflow dari KM 35+600 sampai dengan KM 47+100. Contraflow itu dilakukan hampir dua jam. Yakni mulai pukul 09.52 sampai pukul. 11.57 saat lalin padat.

“Kemudian pada pukul 10.20 sampai dengan pukul 10.26 dikombinasi dengan pengalihan arus di Cikarut entrance dipindahkan ke Cikarang Barat 3. Walau dilakukan  hanya 6 menit tapi sangat efektif mengurai kepadatan,” ujar Raddy.

Dari perhitungan Jasa Marga, sejak H-8 hingga H-5 lebaran, sudah 361.498  Ribu Kendaraan Keluar dari Jakarta melalui GT Cikarang Utama. Bagaimanapun, jumlah ini meningkat dari lalin normal yakni 273.108 kendaraan. Atau meningkat 32,4 persen dari volume lalin normal.

Jasa Marga juga mencatat, distribusi lalu lintas dari GT Cikarang Utama ke Jalur Utara (via GT Palimanan dan GT Cikampek) adalah sebesar 59 persen. Sedangkan untuk kendaraan yang menuju Jalur Selatan (via GT Sadang dan GT Cileunyi) adalah sebesar 41 persen.

Sementara Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, untuk arus mudik 2018 ini yang awalnya diprediksi puncaknya 9 Juni atau 10 Juni ternyata hingga saat ini belum terjadi puncak arus mudik. Kemungkinan besar, karena libur panjang ini membuat masyarakat bisa memilih untuk kapan mudiknya. “Sehingga, arus mudik bisa terbagi,” jelasnya.

Tidak ada kemacetan parah hingga berjam-jam selama beberapa hari arus mudik ini. Dari pantauan udara yang dilakukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto dari arus mudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah lancar. “Hanya ada kepadatan biasa,” paparnya.

Kapankan puncak arus mudik? Dia menuturkan bahwa saat ini prediksi puncak arus mudik cukup susuah dilakukan. Sebab, semuanya telah terurai menuju daerah masing-masing. “Kalau puncak itu kan ekstrim jumlah kendaraannya, ini belum ada. Nanti kami lihat grafiknya tiap hari yang paling banyak kapan,” ujarnya.

Dia menuturkan, kemungkinan saat ini pemudik sebagian besar telah tiba di tujuan. Dengan begitu, prediksinya waktu rawan telah terlewati. “Namun, pemantauan terus berlangsung,” papar mantan Wakabaintelkam tersebut.(fel/jpg)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Facebook Comments