Metro Pekalongan

Awas, Ada Enam Titik Simpul Macet

KOTA PEKALONGAN – Masyarakat Kota Pekalongan maupun pemudik yang melintas Kota Pekalongan, wajib berhati-hati dan mengantisipasi adanya simpul-simpul macet di wilayah Kota Pekalongan.

Berdasarkan pemetaan Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, ada enam simpul macet yakni tiga simpul macet di Jalur Pantura dan tiga lainnya di dalam kota.

Keenam simpul macet untuk Jalur Pantura yakni perlintasan kereta api di Jalan KH Mas Mansyur, Jembatan Grogolan di Jalan Jenderal Sudirman dan Simpang Posis atau di depan Ramayana. Sementara di ruas jalan dalam kota, ada tiga simpul macet yaitu Kawasan Alun-alun, simpang Dr Cipto-Agus Salim dan traffic light di simpang Jalan Seruni.

Kabid Lalu Lintas pada Dishub, M Restu Hidayat mengatakan, ada beberapa faktor yang menjadikan titik-titik tersebut menjadi simpul macet. Seperti di perlintasan kereta Jalan KH Mas Mansyur yang disebabkan tingginya volume KA yang melintas. Kemudian bottle neck atau penyempitan jalan di Jembatan Grogolan serta pertemuan lalu lintas lokal dan Pantura di simpang Posis dan depan Ramayana. “Sedangkan untuk ruas dalam kota, di Kawasan Alun-alun tentu saja karena disana menjadi pusat kegiatan dan jualan. Volume penyeberang jalan maupun pengguna jalan sangat padat. Ditambah keberadaan titik parkir yang terbatas, namun jumlah kendaraan yang akan parkir sangat tinggi,” terangnya, Senin (11/6).

Untuk dua titik lain, lanjut Restu, kondisinya tidak jauh berbeda. Simpang Dr Cipto-Agus Salim atau di depan Ria Busana menjad simpul macet karena pertemuan dua arus kendaraan serta keberadaan toko PK5 dan penyeberang jalan. Di TL Jalan Seruni, banyaknya pengendara dari masing-masing ruas jalan dengan kapasitas jalan yang kecil membuat kepadatan tak bisa dihindari.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dishub bekerjasama dengan Kepolisian sudah melakukan antisipasi diantaranya dengan menempatkan petugas dan memasang fasilitas pengatur lalu lintas di ruas jalan dalam kota. Sementara di Jalur Pantura, Dishub juga menyiagakan ATCS yang dapat digunakan untuk mengatur TL di sepanjang Pantua, sekaligus memantau kepadatan Jalur Pantura.

Jumlah Pemudik Belum Signifikan

Sementara itu, mengenai kondisi arus mudik yang melintas di Kota Pekalongan terpantau belum bertambah secara signifikan. Baik dari catatan jumlah kendaraan yang melintas maupun kondisi Jalur Pantura Kota Pekalongan pada Senin (11/6) terpantau masih ramai lancar. Berdasarkan catatan Posko Induk Dishub Kota Pekalongan, jumlah kendaraan yang melintas ke arah timur mengalami peningkatan pada tanggal 9 Juni dibandingkan hari sebelumnya. Namun pada tanggal 10 Juni, jumlah total kendaraan justru menurun.

Pada tanggal 8 Juni, tercatat total ada 37.566 kendaraan yang melintas ke arah timur didominasi mobil pribadi sebanyak 8.057 unit dan sepeda motor sebanyak 18.856. Pada tanggal 9 Juni, jumlah kendaraan yang melintas ke arah timur secara total bertambah signifikan yakni mencapai 46.061 kendaraan yang masih didominasi mobil pribadi sebanyak 9.940 dan sepeda motor sebanyak 25.134.

Namun jumlah kendaraan yang melintas ke arah timur pada 10 Juni, secara total justru mengalami penurunan yakni menjadi 42.203. Mobil pribadi yang melintas, mengalami kenaikan dari hari sebelumnya menjadi 11.656. Namun jumlah sepeda motor yang melintas justru menurun menjadi 23.129.

Koordinator Harian Posko Induk Dishub, Yunus Suwandi mengatakan, dari hari ke hari jumlah kendaraan yang melintas cenderung meningkat. Namun untuk Kota Pekalongan belum berdampak signifikan. “Peningkatannya belum tinggi sehingga kondisi lalu lintas di Kota Pekalongan juga terpantau masih ramai lancar dan masih bisa diatasi dengan rekayasa lalu lintas yang ada. Sehingga belum perlu mengarahkan pemudik ke jalur alternatif,” jelasnya.

Berkaitan dengan keberadaan tol fungsional, Yunus menyatakan dampaknya cukup terlihat untuk Kota Pekalongan. Dari pantauan hingga Senin (11/6), jumlah kendaraan yang melintas pertambahannya belum signifikan. Ia memperkirakan, hal itu karena keberadaan tol fungsional. Mengenai puncak arus mudik, ia memprediksi akan terjadi hari ini (Selasa 12/6). (nul)

Facebook Comments