Radar Batang

Gerakan Takjil via WA, AMM Tersono Sukses Himpun Rp 22 Juta

AMM Tersono

NASI KOTAK – Ketua PCPM Tersono, Musbikhin, bersama jajarannya tengah menyiapkan 400 paket nasi kotak sebagai bagian dari gerakan 2.000 takjil yang digemakan lewat pesan WA.
AKHMAD SAEFUDIN

TERSONO – Gerakan berbagi takjil yang digawangi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kecamatan Tersono selama Bulan Ramadhan terbilang mengagumkan. Hanya bermodalkan pesan jejaring whatsapp, mereka sukses menghimpuun donasi kepedulian hingga lebih dari Rp 22 juta hanya dalam hitungan hari.

Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Tersono, Musbihin, mengungkapkan, kegiatan itu bergerak dengan patungan recehan yang efektif digerakkan melalui WA. Tak kurang ratusan orang ikut ambil bagian mendonasikan uang dari Rp 50 ribu sampai Rp 500 an ribu.

“Tidak ada yang berat kalau dilakukan dengan gotong royong. Alhamdulillah, nyatanya aksi peduli ramadhan yang digawangi AMM Tersono mampu menghimpun dana hingga Rp 22 juta lebih hanya dalam tempo 2 pekan saja,” ungkapnya, Sabtu (9/6), di sela acara.

Aksi sosial ramadhan itu sukses menyalurkan total 2.000 paket takjil dan 200 kado lebaran untuk dhuafa. Pelaksanaannya setiap hari, anak-anak AMM turun ke jalan mentasharufkan paket takjil di jalanan, mulai sekitaran rumah sakit sampai menyasar karyawan-karyawan Muslim di toko-toko. Kegiatan itu juga menggandeng lazismu hingga Angkringan Ungu milik PCPM Tersono.

Gerakan ditutup melalui kegiatan kajian di Masjid Darul Arqom Desa Kranggan dengan pemateri Dr Ali Trigiatno dari IAIN Pekalongan. Untuk paket lebaran, mereka akan membagikannya ke para dhuafa pada H-2 lebaran di lingkungan Kecamatan Tersono.

“Puncaknya adalah hari ini (Sabtu –red), di mana kami membagikan 400 paket nasi kotak yang dipusatkan di ruas depan SMK Muhammadiyah Tersono sekaligus ditutup dengan buka puasa bersama. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” terang Musbihin.

Dia mengatakan, program sosial itu menjadi agenda rutin AMM Tersono di setiap Bulan Ramadhan dengan target pentasharufan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada Ramadhan 2017 misalnya, mereka tidak hanya sukses menyalurkan 1.000 paket takjil, tetapi juga paket bantuan untuk yatim, janda tua, dan fakir miskin.

“Kami bersyukur, pelaksanaan tahun ini lebih bergairah. Hanya bermodalkan grup WA, tetapi mampu menghimpun donasi patungan lebih dari Rp 22 juta itu luar biasa,” ucapnya.

Menurut Musbihin, model donasi patungan itu telah menjadi tradisi warga persyarikatan. Contoh paling fenomenal adalah proses pendirian RSI PKU Muhammadiyah senilai Rp 60 M yang juga disokong dari wakaf via grup WA hingga donasi recehan rutin segenap warga Muhammdiyah di Kabupaten Batang.

“Yang terpenting, kegiatan sosial ini memberikan manfaat untuk masyarakat yang tengah menunaikan ibadah ramadhan,” pungkasnya. (sef)

Facebook Comments