Radar Kendal

Petani-Nelayan Minta Pak Dirman Cabut Kartu Tani

Petani-Nelayan Minta Pak Dirman Cabut Kartu Tani

KONGRES – Kongres Tani Se- Jawa Tengah Teleconference Pak Dirman, tema aliansi petani-nelayan minta Pak dirman “Cabut Kartu Tani”.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Kongres Tani Se- Jawa Tengah Teleconference dengan Pak Dirman (Calon Gubernur Jawa Tengah 2018-2023) dengan Perwakilan Petani di 6 Eks Karisidenan dengan tema “Cabut Kartu Tani” digelar, kemarin. Kegiatan dipusatkan di Eks Karesidenan Pati, di Desa Jipang, Kecamatan Cepu.

Untuk Eks Karesidenan Semarang digelar di Six Water Game Weleri. Enam Eks Karesidenan itu meliputi Eks Karesidenan Banyumas, Kedu, Pati, Pekalongan, Semarang dan Surakarta. Dalam teleconference itu, aliansi Petani-Nelayan Indonesia Jawa Tengah mengeluhkan kepada Calon Gubernur Sudirman Said jika jadi orang nomor satu di Jawa Tengah bisa mengembalikan harkat dan martabat petani dan mencabut kartu tani.

Ketua Aliansi Petani Nelayan Indonesia, Erie Sudewo, mengatakan, tuntutan agar kartu tani itu dicabut bukan tanpa sebab. Pasalnya, keberadaan kartu tani justru mempersulit para petani untuk mendapatkan pupuk yang merupakan kebutuhan pokok bagi petani. “Dengan adanya kartu tani ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, karena tak ada satu hal pun ada kemudahan dari Kartu Tani,” kata dia.

Dikatakan Erie S, tidak hanya problem kartu tani, akan tetapi ada beberapa tuntutan lain di luar untuk mencabut kartu tani, yakni menolak impor beras, kembalikan Bulog ke peran dan fungsinya awalnya dan beri keleluasaan petani untuk mengembangkan bibit dan pupuk bersubsidi. “Jika Bulog sulit berbenah, maka calon gubernur Sudirman Said nantinya diharapkan bisa membuat mekanisme baru perberasan Jawa tengah, seperti yang dilakukan Bupati Kulonprogo, yakni pegawai negeri di Jawa Tengah harus menjadi contoh dengan membeli beras petani Jawa Tengah,” tandas dia.

Hal senada diungkapkan Ketua Penyelenggara kongres Eks Karesidenan Semarang, Sutiyono. Kata dia, rata-rata petani mengeluh dengan adanya kartu tani. Pemberlakuan kartu tani ini belum efesien, karena masih kendala teknis yang belum siap. Sehingga petani sangat berharap besar dengan program Cagub Sudirman Said yang dapat mengembalikan harkat dan martabat petani. Caranya, bagaimana agar masyarakat, terutama generasi muda bergairah dalam bertani.

“Berikan fasilitas yang signifikan kepada petani, misalnya dengan memberikan pelatihan cara membuat pupuk organik. Selain itu buat kebijakan untuk menjamin harga panen yang baik. Selama ini kebijakan pemerintah kurang signifikan dalam memperhatikan petani,sehingga nasib petani tidak semakin membaik,” kata dia.

Dalam teleconference tersebut, Cagub Sudirman Said dengan program-programnya akan siap mengangkat kemandirian dan kedaulatan Jawa Tengah. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments