Neutron Yogyakarta
Radar Kajen

Taman Gemek Harus Ditata Lebih Apik

Taman Gemek

MACET – Kondisi lapak pedagang menjorok ke jalan, sehingga jalur di Taman Gemek Kedungwuni ramai dan macet oleh kendaraan pengunjung.
MUHAMMAD HADIYAN

KEDUNGWUNI – Ramainya pedagang tahunan yang membuka lapak daganganya di areal Taman Gemek Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, membuat kondisi macet. Sebab, para pedagang membuka lapaknya hingga ke bahu jalan. Terlebih kondisi parkiran pengunjung yang merayap di pinggir jalan, mengakibatkan antrean kendaraan di lokasi cukup padat.

Pantauan Radar, malam kemarin, para pengunjung di Taman Gemek Kedungwuni, cukup ramai. Mulai yang hanya berburu makanan di shalter-shalter kuliner yang ada, maupun berbelanja pakaian di lapak-lapak pinggir taman. Keramaian ini juga terjadi di sebelah utara taman, dimana terdapat pasar malam yang menyediakan hiburan untuk anak-anak.

Indra (28), salah satu pengunjung asal Jerebengkembang, mengaku setiap pulang kampung, diriya tak pernah ketinggalan berkunjung ke taman hiburan di Gemek ini bersama keluarga. Hanya saja, lanjut dia, dari tahun ke tahun kondisi taman makin ramai dan macet.

“Untuk parkir saja, sulit. Penuh semua,” kata Indra, kemarin.

Dikatakan, harusnya penataan pedagang pasar malam ini harus ditata lebih baik. Terutama yang menjorok ke badan jalan. Sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.

“Yang penting, ramai tapi tidak macet. Sebab, Gemek ini yang saya rasa komplit. Hiburannya ada, kulinernya lengkap, dan mau belanja pakaian juga banyak. Kalau bisa ditata lagi,” jelasnya.

Hal sama juga diungkapkan Raka (30), warga Kedungwuni. Menurutnya, ramainya pengunjung dan pedagang taman Gemek Kedungwuni setiap tahunnya ini, tampaknya perlu menjadi perhatian pemerintah. Terutama dalam hal penataan. “Jangan sampai pengunjung kesulitan untuk keluar dan masuk karena kondisi taman yang padat dan macet. Tadi saya sulit keluar, mau mundur gak bisa, mau maju antrean kendaraannya lama,” terangnya.

Ia berharap, Taman Gemek Kedungwuni semakin ramai, dan semakin dapat menjadi ikon di Kecamatan Kedungwuni, dan di Kabupaten Pekalongan pada umumnya. (yan)

Facebook Comments