Radar Kajen

Minta Cabut Kartu Tani

Kartu Tani Dicabut

TELECONFERENCE – Sejumlah petani Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Aliansi Petani Nelayan Indonesia meminta agar Program Kartu Tani dicabut dalam telenconference di Siwalan.
TRIYONO

SIWALAN – Sejumlah petani Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Aliansi Petani Nelayan Indonesia meminta agar Program Kartu Tani dicabut. Pasalnya, program tersebut dinilai mempersulit petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi.

Hal itu terungkap dalam Kongres Petani se- Jateng Teleconference bersama Cagub Sudirman Said bersama perwakilan petani di Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Jumat (8/6) sore.

Dalam teleconference dihadiri oleh ratusan petani itu juga diisi dengan dialog.

Menurut salah seorang petani dari Aliansi Petani Nelayan Indonesia, Ali Sadewo, menyatakan puncak dari problem petani dimulai dari Jawa Tengah. Apa itu? Kartu Tani. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Kartu Tani pun menginjak-injak petani yang sudah terjerembab.

“Intinya tak satu hal pun ada kemudahan dari Kartu Tani bahkan makin mempersulit petani mendapat pupuk. Maka dari itu, tujuan utama Kongres Tani yang digelar Aliansi Petani Nelayan Indonesia ini adalah Cabut Kartu Tani. Cukup itu saja!,” tandasnya.

Selain itu, lanjut dia, ada beberapa tuntutan aliansi di luar cabut kartu tani. Yakni tolak impor beras. Kembalikan Bulog ke peran dan fungsi awalnya. Dan beri keleluasaan petani untuk kembangkan bibit dan pupuk sendiri.

Menurutnya, jika Bulog sulit berbenah, maka Calon gubernur baru Sudirman Said- Ida Fauziyah (SS- IF) akan membuat mekanisme baru perberasan Jawa Tengah. Seperti yang dilakukan oleh Bupati Kulonprogo. Pegawai negeri di Jawa Tengah, harus jadi contoh beli beras dari petani Jawa Tengah.

“Cabut Kartu Tani jadi simbol Pemantik Awal. Gubernur baru Jawa Tengah, SS-IF akan angkat kemandirian dan kedaulatan Jawa Tengah. Beli beras, batik, kain, makanan, dan apapun produk masyarakat Jateng. Dengan demikian ada kegairahan baru, ada semangat baru, ada harapan baru untuk hidup lebih baik lagi. Dari masyarakat Jateng, oleh masyarakat Jateng, dan untuk masyarakat Jateng.” (yon)

Facebook Comments