Nasional

Ketua DPR Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

Ketua DPR Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

DIPERIKSA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Jumat (8/6/18). Bamsoet diperiksa atas kasus EKTP.
FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

JAKARTA – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi perkara kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), kemarin (8/6). Bamsoet diperiksa untuk tersangka keponakan Setya Novanto (Setnov), Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan rekan Setov, Made Oka Masagung.

Bamsoet mengaku datang ke KPK atas inisiatif sendiri setelah berkoordinasi dengan penyidik. Sebelumnya, Bamsoet dijadwalkan diperiksa pada Senin (4/6) lalu. Namun, dia berhalangan hadir lantaran mengisi sejumlah acara sebagai Ketua DPR. “Saya tidak ingin ada polemik antar kelembagaan, makanya saya hadir atas inisiatif saya sendiri,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Bamsoet yang mendatangi gedung KPK pukul 08.00 itu mengaku dicecar sejumlah pertanyaan tentang dugaan aliran dana e-KTP ke DPD Partai Golkar Jawa Tengah pada 2012 lalu. Penyidik KPK, kata Bamsoet, menanyakan perihal bukti transfer Rp 50 juta ke DPD Jawa Tengah. “Saya sampaikan, saya tidak mengetahui sama sekali soal transfer Rp 50 juta itu darimana, dari siapa, maksudnya apa?.” papar mantan Ketua Komisi III DPR itu.

Berdasar hasil penyidikan KPK, pada saat kasus e-KTP bergulir ada indikasi distribusi uang ke DPD Partai Gokar Jawa Tengah. Uang itu diduga berasal dari Irvanto yang kala itu juga menjabat sebagai pengurus partai berlambang pohon beringin itu. “Saya tahu Irvanto karena itu keponakan Pak Nov dan pengurus Partai Golkar,” imbuh dia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, Bamsoet kemarin diklarifikasi terkait dengan keterangan para pengurus DPD Partai Golkar Jawa Tengah yang diperiksa sebelumnya. Pihaknya pun menghargai kehadiran Bamsoet dalam pemeriksaan kemarin. “Materi pemeriksaan secara rinci dan hal teknis lain tentu tidak dapat disampaikan,” terangnya.

Febri menerangkan, pemanggilan Bamsoet kemarin murni untuk memenuhi kebutuhan penyidikan. Pun, tidak ada tendensi apa pun dalam pemeriksaan tersebut seperti yang disampaikan oleh sejumlah politikus Senayan beberapa hari terakhir ini. “Tidak perlu khawatir, karena KPK melaksanakan tugasnya semata-mata berdasarkan hukum,” paparnya.

Kembalikan Rp50 Juta

DPD Partai Golkar Jawa Tengah sendiri telah mengembalikan duit Rp 50 juta yang diduga berasal dari korupsi e-KTP. Pengembalian itu dilakukan setelah elitenya diperiksa KPK.

“Jadi pengembaliannya dalam bentuk setoran ke rekening penampungan KPK, kemudian kita sita sebagai salah satu alat bukti. Pengembalian itu dilakukan setelah pengurus DPD Partai Golkar Jateng diperiksa oleh KPK,” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (8/6).

Pengembalian itu dilakukan pada Desember 2017. Hingga kini Febri menyebut banyak saksi dari Golkar Jateng yang diperiksa. Contohnya saja Ketua Harian DPD Jateng M Iqbal Wibisono, Bendahara DPD Jateng 2012 Bambang Eko Suratmoko, hingga Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).

“Jadi beberapa pengurus sudah kita periksa. Tentu penyidik sudah mendapatkan sejumlah informasi ya,” kata Febri.

Terkait kasus e-KTP, KPK memang sedang menelusuri aliran dana korupsi megaproyek itu ke kegiatan Golkar Jateng pada tahun 2012. Selain aliran dana, KPK juga mencari tahu siapa yang mengarahkan penggunaan duit untuk kegiatan Golkar Jateng tersebut. (tyo/jpg/dtk)

Facebook Comments