Radar Batang

Jelang Lebaran Parkir Liar Bermunculan

Rakor Tim Saber Pungli

RAKOR – Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran Forkompinda menggelar rakor dengan Tim Sabar Pungli Kabupaten Batang menggelar Rapat Koordinasi di Ruang Abirawa Kantor Setda Batang, Kamis (7/6).
M Dhia Thufail

Batang – Jelang hari raya Idul Fitri 1439 H, banyak bermunculan petugas parkir dadakan disejumlah titip keramaian, seperti pasar, pusat pertokoan dan juga objek wisata. Untuk mengatasi hal tersebut Tim Sabar Pungli Kabupaten Batang menggelar Rapat Koordinasi di Ruang Abirawa Kantor Setda Batang, Kamis (7/6).

Bupati Wihaji yang memimpin rapat tersebut meminta kepada tim sabar pungli untuk tetap amanah dalam menjalankan tugasnya. Mengingat kasus-kasus yang dijumpai menyangkut kepentingan umum, seperti keberadaan parkir liar dan kenaikan tarif parkir sepihak.

“Kita harus fokus menangani masalah parkir liar dengan terus mensosialisasikan supaya para tukang parkir ini tetap pada fungsinya, dan jika hal itu dilakukan, saya yakin keberadaanya akan berkurang,” ujar Wihaji.

Selain itu, bupati juga meminta agar pendampingan dan pengawasan harus terus di lakukan. Hal itu diperlukan agar petugas parkir tidak melanggar aturan, dan tidak merugikan masyarakat. Apalagi saat ini pemda sedang mencanangkan tahun kunjungan wisata, sehingga perlu keamanan dan kenyaman di tempat wisata.

“Perugas parkir harus memiliki budaya tertib dalam menata parkir dan memungut tarif parkir sesuai dengan peraturan yang berlaku, kata Wihaji.

Bupati menambahkan, parkir yang benar yaitu adanya bukti retribusi dari pembayaran sesuai dengan yang tertera di karcis. Para petugas parkirpun harus melayani dengan baik, karena dari retribusi parkir ini dapat menigkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berguna untuk pembangunan di Kabupaten Batang.

Iptu Teguh HD selaku Ketua Pokja Pencegahan dan Sosialisasi Tim Saber Pungli mengatakan, pihaknya akan terus memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada petugas parkir yang ada di Kabupaten Batang. Yaitu terkait peraturan bupati tentang kenaikan tarif parkir yang semula sepeda motor Rp500 menjadi Rp1000 dan mobil semula Rp1000 menjadi Rp2000.

“Beberapa waktu yang lalu kita telah mengumpulkan tukang parkir, karcis dan petugas pengaman (satpam) se Kabupaten Batang di Gedung Pramuka, dalam rangka sosialiasi. Kita juga terus melakukan sosialisasi ke pasar, seperti Pasar Batang, Bandar,Subah dan beberapa tempat wisata, seperti Bandar Eco Park, Sikembang dan Sigandu,” beber Teguh.

Tak hanya petugas parkir saja, lanjut Iptu Teguh, untuk mencegah praktek-praktek pungli tim tersebut juga sudah melakukan sosialisasi ke lembaga atau instansi pelayanan publik yang berpotensi ada pungutan liar. Seperti di Dinas Perijinan, Tenaga Kerja dan lainnya. “Segala bentuk pelanggaran, baik itu pelanggaran kecil maupun pelanggaran besar akan segera kami respon dan tindak lanjuti dengan tegas.”

DI jelaskan juga bahwa berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 tahun 2016, Satgas Saber Pungli bertugas untuk memberantas praktik pungutan liar secara efektif dan efisien. Selain itu juga memiliki empat fungsi, yakni intelijen, pencegahan dan sosialisasi, penindakan serta yustisi.

“Satgas Saber Pungli juga berwenang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sebagaimana diatur dalam Pasal 4 huruf d Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 tahun 2016,” tandas Iptu Teguh HD. (fel)

Facebook Comments