Neutron Yogyakarta
Metro Pekalongan

Perda RPJMD Disertai 6 Rekomendasi

Perda RPJMD

TANDA TANGAN – Pimpinan DPRD bersama Walikota saat menandatangani nota persetujuan bersama usai rapat paripurna, Rabu (7/6) malam.

KOTA PEKALONGAN – DPRD Kota Pekalongan mengesahkan Perda perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang RPJMD Kota Pekalongan tahun 2016-2021 dalam rapat paripurna, Rabu (7/6) malam.

Dalam pengesahan tersebut, ada enam rekomendasi yang disertakan. Lima rekomendasi merupakan hasil pembahasan Raperda, dan satu rekomendasi merupakan usulan yang muncul dalam rapat paripurna.

Ketua Pansus VII DPRD Kota Pekalongan, Sudjaka Martana, menyebutkan lima rekomendasi tersebut yakni pertama optimalisasi penanggulangan bencana banjir rob dengan langka-langkah percepatan tahapan pelaksanaan kegiatan yang jelas, akuntabel dan transparan. Baik dalam hal infrastruktur maupun dampak sosial lain, dan dilaksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk kemanfaatan masyarakat.

Yang kedua, pemenuhan janji misi untuk meningkatkan akses mutu pendidikan yang membutuhkan upaya akselarasi yang sungguh-sungguh secara menyeluruh dimulai dari pengembangan potensi, pengingkatan kompetensi guru dan optimalisasi manajerial kepala sekolah. “Serta meningkatkan pengelolaan administrasi sekolah dan perpustakaan, mendorong siswa berprestasi untuk membentuk siswa yang unggul,” tuturnya.

Rekomendasi ketiga, lanjut Anton, sapaan akrabnya, yakni pembangunan kembali Pasar Banjarsari yang dilaksanakan dan selesai pada 2019 agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu untuk memanfaatkannya. Kemudian untuk dampak interchange tol, diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen.

“Keempat, peningkatan tata kelola daerah yang transparan dan akuntabel, efektif dan efisien untuk mewujudkan pelayanan publik yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat dengan pelayanan yang mudah, murah, tepat waktu. Serta dapat memenuhi capaian indikator kinerja pembngunan dalam indeks reformasi birokrasi secara 100 persen,” tambah Anton.

Rekomendasi kelima yaitu terus melakukan upaya peningkatan PAD dengan maksimalkan potensi yang ada sesuai dengan rekomendasi DPRD yang mendasarkan pada hasil kajian. Serta meningkatkan kinerja OPD, khususnya yang mengelola pendapatan.

Lima rekomendasi tersebut, kemudian ditambah satu rekomendasi usulan dari Anggota DPRD, Mofid, saat menyapaikan interupsi. Mofid mengusulkan agar lima rekomendasi ditambah satu rekomendasi tentang peningkatan di sektor perikanan. “Karena itu bagian yang harus diperhatikan sebagai bentuk perwujudan komitmen mengembalikan kejayaan perikanan yang selama ini hanya menjadi slogan,” kata Mofid. Usulan itu kemudian disetuji menjadi rekomendasi keenam dalam lampiran Perda RPJMD.

Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz mengatakan, perubahan Perda RPJMD yang merupakan penjabaran visi misi sudah secara maksimal menampung dan menyerap masukan dari berbagai pihak, karena sudah melalui berbagai tahapan.
Dikatakan Walikota, dalam RPJMD yang sudah dirubah sudah disepakati bahwa visi yang akan diwujudkan pada 2021 yakni terwujudnya Kota Pekalongan yang lebih sejahtera, berbudaya dan berlandaskan nilai religiusitas.

“Kami ajak semua pihak untuk bersama mewujudkan visi tersebut. Demikian juga anggota DPRD yang menjadi mitra untuk bersama mewujudkan visi sebagaimana yang ada dalam RPJMD,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments