Radar Kajen

Pemkab Pekalongan Bantu Masjid Rp100 Juta

Bantu Masjid

BANTUAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyerahkan bantuan sebesar 100 juta rupiah kepada Masjid An Nur Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
MUHAMMAD HADIYAN

Pemerintah Kabupaten Pekalongan memberikan bantuan sebesar 100 juta rupiah kepada Masjid An Nur Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, didampingi oleh Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala DPKAD dan beberapa OPD terkait sesaat setelah melaksanakan ibadah sholat taraweh bersama Kyai, Ustadz, Takmir Masjid An Nur serta masyarakat desa setempat (7/6).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa sudah menjadi tugas pemerintah untuk membantu membangun fasilitas umum seperti masjid yang merupakan tempat ibadah umat Islam ini. Menurut beliau, hal ini karena tugas pemerintah adalah melayani kepentingan seluruh umat secara merata, tidak hanya umat Islam saja, tetapi juga umat-umat yang lain di Kabupaten Pekalongan ini. Namun karena mayoritas masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah penganut agama Islam, maka bantuan terbesar diberikan kepada umat Islam.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa masyarakat Karanganyar pada khususnya menjadi barokah dan sejahtera,” ujarnya.

Asip juga mengatakan, untuk mewujudkan daerah yang masyarakatnya sejahtera adalah dengan iman dan taqwa, banyak bersyukur, senang bersodaqoh disesuaikan dengan kemampuannya, tidak mudah marah dan mau memaafkan kesalahan orang lain. “Sebaliknya bila di suatu kampung yang tadinya damai, rejekinya mujur tetapi karena mengingkari nikmat Allah, maka daerah tadi menjadi rusak, banyak bencana dan sebagainya. Jadi kunci sejahtera itu adalah Iman dan Taqwa,” pesannya.

Selanjutnya Asip juga menyampaikan pesannya agar masyarakat ikut membantu program Pemerintah terkait dengan penguatan agama. Program yang merupakan produk peraturan daerah Kabupaten Pekalongan dimaksud adalah program menyangkut jam belajar yaitu jam 18.00 wib sampai jam 21.00 wib. Dimana pada jam jam ini diharapkan anak-anak dapat belajar di rumah sedang bapak ibunya mengaji. “Ayo gerakan ini disosialisasikan. Alangkah indahnya bila pada jam belajar tersebut semua TV dimatikan dan yang terdengar adalah suara Bapak/Ibu melantunkan ayat suci Al Qur’an. Insyaallah dengan ini akan tambah barokah dan Kabupaten Pekalongan akan semakin maju dan berkah,” tambah Asip.

Tak lupa Asip juga menyampaikan rasa terimakasihnya pada Takmir Masjid dan masyarakat yang telah bersama-sama taraweh di Masjid yang terletak disebelah timur Rumah Sakit Kajen tersebut. “Mudah-mudahan pada 10 hari terakhir ini kita mendapatkan maghfiroh dan dapat dibebaskan dari api neraka serta dosa kita dimaafkan. Mari kita gunakan waktu kita dengan baik agar bisa bermanfaat karena derajat manusia tertinggi adalah manusia yang bisa memberikan manfaat pada orang lain,” harap Bupati.

Sementara itu Takmir Masjid H. Subagyo menyampaikan kondisi masjid yang luas yang belum sempurna, banyak kekurangan sehingga masih membutuhkan banyak dana, sementara masyarakat di sekitar masjid adalah masyarakat menengah ke bawah. “Sebagai satu-satunya tempat ibadah di daerah Mlaten 3 ini, masjid An Nur sangat berguna bagi masyarakat sekitar masjid dengan 150 KK. Namun sayang masih banyak kekurangan seperti tempat wudlu yang belum representatif,” jelas H. Bagyo.

Lebih lanjut H Subagyo menyampaikan harapannya, masjid yang berdiri pada tahun 2010 di atas tanah wakaf keluarga Sartono ini sedikit demi sedikit pembangunannya terus berjalan. “Trimakasih pada Pemkab. Pekalongan, atas bantuannya sehingga pembangunan masjid ini bisa terus berjalan,” ujarnya. (yan)

Facebook Comments