Radar Jateng

Komplotan Perampok 30 kg Emas di Jateng Diringkus

Komplotan Perampok 30 kg Emas di Jateng Diringkus

PERAMPOK – Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono menunjukkan barang bukti hasil rampokan komplotan perampok 30 kg emas di Semarang, Rabu.
ANTARAJATENG

*Beraksi di Grobogan dan Tegal

Semarang – Polda Jawa Tengah meringkus lima anggota komplotan perampok 30 kg perhiasan emas yang beraksi di Kabupaten Grobogan dan Tegal.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono di Semarang, Rabu, mengatakan komplotan asal Sulawesi Utara ini diringkus saat kabur ke Jakarta.

“Beraksi di dua lokasi berbeda pada Februari dan Mei 2018. Modusnya pelaku sudah baca kebiasaan dari distributor emas yang akan drop emasnya ke toko-toko emas, Sudah tahu polanya,” ungkap Irjen Pol Condro Kirono .

Ia menjelaskan komplotan ini menggasak 22 kg emas yang sedang dikirim distributornya di Grobogan pada Februari 2018.

Sementara di Slawi, Kabupaten Tegal, komplotan ini berhasil menggasak 8 kg emas senilai Rp1,9 miliar saat akan dikirim distributornya ke toko-toko emas.

“Pengiriman emas-emas ini tanpa pengawalan dari kepolisian,” katanya, seperti diberitakan antarajateng.

Aksi yang dilakukan cukup nekat yaitu dengan menghadang mobil korban setelah menyalip. Kemudian mereka merangsek masuk ke mobil korban dan membekapnya dengan lakban serta tangan dibelenggu borgol.

Mata korban saat disekap ditutup sehingga tidak tahu dibawa kemana oleh pelaku. Kemudian setelah semua emas digasak, korban dan mobilnya dibuang dipinggir jalah. Sedangkan para pelaku kabur menggunakan kendaraan sewaan.

“Aksi dilakukan di tempat sepi. Pelaku mendekat dan menodongkan pistol ke korban. Mereka kemudian membungkam mulut dan menutup mata korban,” beber Condro.

Para anggota komplotan ini, lanjut dia, memiliki peran masing-masing, termasuk informan tentang jadwal pengiriman emas.

“Ada anggota yang bertugas menginformasikan jadwal pengiriman emas,” katanya.

Bersama dengan para pelaku, polisi mengamankan perhiasan emas berbagai jenis, pistol rakitan, serta sejumlah mobil yang digunakan saat beraksi.

Condro menuturkan karena emas hasil rampokan cukup banyak sehingga belum seluruhnya sempat dijual.

“Ada yang sempat dikubur karena belum sempat dijual,” katanya. (ant)

Facebook Comments