Radar Tegal

Jalur Alternatif Mudik di Wilayah Kabupaten Tegal Ditutup

Jalur Alternatif Mudik Ditutup

KONFRENSI PERS – Kepala DPU Kabupaten Tegal Hery Suhartono didampingi Kasubag Humas Pemkab Tegal Hari Nugroho saat melakukan konfrensi pers dengan sejumlah awak media di depan kantor DPU setempat, Selasa (5/6) sore.
YERI NOVEL

SLAWI – Jalur alternatif untuk para pemudik di wilayah Kabupaten Tegal terpaksa ditutup. Jalur itu berada di ruas jalan Jatibarang-Margasari yang menghubungkan antara Pantura Brebes menuju ke Bumiayu hingga Purwokerto. Hal itu karena Jembatan Rajegwesi di Desa Rajegwesi Kecamatan Pagerbarang ambruk beberapa waktu lalu dan sampai sekarang belum diperbaiki.

“Jembatan Rajegwesi masih proses lelang. Setelah lebaran baru ada pemenangnya. Jadi masih ditutup total. Tidak bisa dilewati,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal Hery Suhartono, Selasa (5/6) sore.

Meski jalur itu ditutup, Hery mengaku sudah menyiapkan jalur pengganti. Yakni di ruas jalan Jatibarang-Balapulang hingga menuju ke Margasari. Dia memastikan pada arus mudik tahun ini, jalan tersebut sudah bisa dilalui. “Besok sudah bisa dilewati. Jalannya sudah bagus,” ucapnya.

Dia menyebutkan, jalan di wilayah Kabupaten Tegal panjangnya 487 kilometer. Dari jumlah tersebut, 60 persen diantaranya dalam kondisi baik. Sedangkan sisanya, masih butuh perbaikan. Menurutnya, secara umum, 457 ruas jalan di Kabupaten Tegal bisa digunakan untuk jalur alternatif bagi pemudik yang hendak menuju ke kota-kota di Jateng dan Jatim. Namun, ada beberapa ruas jalan yang tidak layak digunakan untuk jalur alternatif. Selain ruas jalan Jatibarang-Margasari yang ditutup total, Hery juga tidak merekomendasikan jika ruas jalan Babadan Warureja-Balamoa digunakan untuk jalur alternatif. Sebab, di jalan penghubung antara Pantura Warureja dengan Slawi itu kondisinya masih rusak. Menurutnya, perbaikan ruas jalan itu?akan dilakukan oleh PT Waskita Karya karena kerusakan yang terjadi merupakan imbas dari proyek jalan tol Pejagan-Pemalang.

“Ruas jalan itu masih MoU dengan PT Waskita. Dari Waskita sudah menyanggupi untuk perbaikan,” ujarnya.

Kerusakan juga terjadi di ruas jalan Tonggara-Pangkah yang menjadi akses menuju ke obyek wisata Waduk Cacaban. Perbaikan di ruas itu rencananya akan dilakukan oleh PT Waskita Karya. “Tonggara Pangkah ke timur itu belum tersentuh. Kami memahami Waskita saat ini masih fokus menyelesaikan program nasional,” ucapnya.

Sebagai jalur alterntif menuju ke Cacaban, Heri mengatakan ada dua ruas jalan yang kondisinya baik dan bisa dimanfaatkan masyarakat yang hendak berwisata, yakni melalui Pasar Jatilaba Kecamatan Kedungbanteng ke arah timur dan Dukuhjati Kidul Kecamatan Pangkah.

“Kalau untuk ke obyek wisata Guci, kondisi ruas jalan Yomani-Guci bagus. Kalau terjadi stagnan atau macet, kami sediakan putaran di jalur di belakang wilayah Guci, di Dukuh Maribaya. Sedangkan di Purin, karena berada di jalur pantura, sudah tentu kondisinya bagus,” tutupnya. (yer)

Facebook Comments