Metro Pekalongan

Baznas Salurkan Zakat untuk 3.000 ASN

Baznas

SERAHKAN – Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz bersama pengurus Baznas Kota Pekalongan saat menyerahkan zakat secara simbolis kepada perwakilan OPD, Rabu (6/6).

KOTA PEKALONGAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekalongan, mentasarufkan zakat bagi 3.000 ASN di lingkungan Pemkot Pekalongan. Baznas mentasarufkan zakat sebesar Rp450 juta bagi PNS kurang mampu, tenaga kegiatan seperti penyapu jalan maupun tenaga kontrak di seluruh OPD.

Pentasarufan zakat secara simbolis dilakukan oleh Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz dan disaksikan jajaran pengurus Baznas Kota Pekalongan, Rabu (6/6) di Kantor Baznas.

Ketua Baznas Kota Pekalongan, Imam Suradji mengatakan, mengapa zakat dari Baznas juga disalurkan kepada ASN karena tidak semua ASN merupakan pegawai negeri dan dalam kondisi mampu. “Ada penyapu jalan, tenaga kegiatan dan ASN lainnya yang juga membutuhkan bantuan,” tuturnya.

Menurutnya, dengan pemberian zakat kepada ASN diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pemicu para PNS agar dapat menyalurkan zakat kepada Baznas. Dikatakan Imam Suradji, masih ada PNS yang menyalurkan zakat dengan jumlah yang belum ideal. “Mungkin ada yang untuk keluarganya, ada yang untuk lingkungannya. Tapi kami ingin mengajak agar mereka juga peduli dengan yang ada di sekitar lingkungan kerjanya,” tambah Imam.

Tahun ini, dikatakan Imam Suradji, Baznas berhasil mengumpulkan zakat sebesar Rp1,6 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagian diantaranya sudah ditasarufkan dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya kepada 170 orang tua dan jompo yang ada di kelurahan-kelurahan dengan rata-rata enam orang per kelurahan.

“Fokusnya adalah bagi mereka yang belum tersentuh bantuan dari instansi lain seperti Dinsos. Nama-nama kami minta dari kelurahan, kemudian kami verifikasi kembali dan bagi yang berhak kami salurkan,” katanya.

Menurutnya, potensi zakat Kota Pekalongan masih sangat besar. Dibandingkan dengan yang sudah dikumpulkan, jumlahnya masih cukup jauh. “Tahun depan target kami untuk zakat dari pegawai Rp1,4 miliar. Untuk yang lain kami akan coba sosialisasikan keberadaan Baznas. Seperti Lazismu, Lazisnu ini sudah populer. Sehingga Baznas perlu lebih banyak sosialisasi agar lebih dikenal,” jelas Imam.

Sementara itu, Walikota Pekalongan Moch Saelany Machfudz menambahkan, kesadaran para pegawai di lingkungan Pemkot Pekalongan untuk melakukan zakat belum maksimal.

“Masih banyak ASN yang mampu tetapi belum maksimal membayar zakat, ada juga yang berzakat ditempat lain. Selain itu ada juga yang beranggapan bahwa keluarga lebih utama diberikan zakat. Oleh karena itu kesadaran harus terus ditingkatkan, mengajarkan kepada para ASN bahwa rejeki yang diterima dan sebagian dari rejeki itu merupakan hak dari anak yatim piatu, janda miskin, kaum dhuafa, dan bagi mereka yang berhak menerimanya,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments