Neutron Yogyakarta
Metro Pekalongan

Makanan Kadaluarsa dan Kemasan Rusak Ditemukan

Sidak Makanan

SIDAK – Tim gabungan saat melakukan sidak ke sejumlah supermarket, dan minimarket di Kota Pekalongan. Masih ditemukan produk expired maupun rusak yang belum ditarik dari display.
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – Tim gabungan dari Pemkot Pekalongan, melakukan sidak pengawasan barang maupun produk yang beredar menjelang Idul Fitri, Rabu (6/6). Dalam kegiatan tersebut, tim dibagi dalam dua kelompok dan melakukan sidak ke supermarket dan minimarket. Hasilnya, ditemukan puluhan makanan kemasan tak layak konsumsi baik karena kadaluarsa maupun berkemasan rusak. Diantaranya sambal kemasan kadaluarsa sebanyak tujuh buah, satu buah keju permesan kadaluarsa, dan satu cup buah kemasan kadaluarsa. Barang lainnya yang ditemukan dalam kondisi penyok atau rusak diantaranya produk susu siap minum, susu kental manis, sarden, dan produk roti kemasan.

Selain menemukan produk kemasan yang tidak layak, tim juga menemukan buah-buahan yang sudah dalam kondisi tidak layak jual, baik karena busuk maupun tidak segar. Terhadap produk-produk tersebut, pihak supermarket maupun minimarket diminta untuk menarik kembali dan tidak didisplay maupun dijual.

“Untuk saat ini kami minta agar produk ditarik dari display. Tapi ketika nanti sudah tiga kali berturut-turut ditemukan kembali maka kami akan lakukan tindakan tegas,” kata Kabid Perdagangan pada Dindagkop dan UKM, Sri Haryati.

Dikatakannya, yang masih banyak ditemukan adalah produk kemasan dalam kondisi rusak. Sehingga ia berpesan kepada masyarakat agar teliti dalam membeli. “Paling banyak kemasan penyok atau rusak. Sehingga masyarakat harus cermat dan jeli saat membeli produk. Mohon untuk diteliti expired nya dan kondisi barang yang akan dibeli,” tambahnya.

Sidak pengawasan barang beredar, dilakukan selama enam kali. Empat diantaranya sudah dilakukan menjelang Ramadan lalu. Sementara menjelang Idul Fitri, sidak dilakukan sebanyak dua kali. Selain menyasar supermarket dan minimarket sidak juga akan dilakukan ke sejumlah toko kelontong dan pasar.

Kasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan pada Dinkes Kota Pekalongan, Laelatul Mubarokah menambahkan, efek spontan yang akan dirasakan masyarakat ketika mengkonsumsi makanan yang tidak layak adalah diare. Karena produk makanan yang sudah tidak layak kadar bakteri e-coli nya bertambah. “Efek jangka dekatnya adalah diare. Kalau fatal bisa lebih parah lagi,” katanya.

Menurutnya, masyarakat harus lebih cerdas dalam membeli produk makanan khususnya saat menjelang Idul Fitri. Ia berpesan, masyarakat jangan hanya tergiur harga murah, karena biasanya barang yang dijual dengan harga miring sudah mendekati expired. “Harus diteliti betul tanggal kadaluarsanya,” kata Laelatul.

Di setiap supermarket maupun minimarket, dikatakannya sudah memiliki kesepakatan dengan pihak distributor untuk menarik produk kadaluarsa dengan masing-masing jangka waktu penarikan. Namun yang terpenting, pihak penjual harus memberikan tanda khusus sesuai tanggal kadaluarsa produk sehingga ketika ditarik tidak ada yang terlewat.
“Misalnya ditarik dua bulan, atau sebulan jelang expired itu sudah ada masing-masing kesepakatannya. Tapi lebih baik jika ditandai sehingga penarikan bisa dilakukan menyeluruh dan tidak ada yang tertinggal,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments