Radar Kajen

358 Personil Dikerahkan

Cek Personil

GELAR PASUKAN – Polres Pekalongan menggelar Apel Ketupat Candi 2018 di Jalan Mandurorejo, Rabu (6/6). Dalam kegiatan itu dihadiri Forkompimda, dan sejumlah anggota gabungan.
TRIYONO

Amankan Arus Mudik

Dalam mengamankan arus mudik lebaran 1439 hijriyah, Polres Pekalongan menerjunkan 359 personil yang ditempatkan di sejumlah titik di Kota Santri. Untuk persiapan, Rabu (6/6), Polres Pekalongan menggelar Apel Ketupat Candi 2018 di Jalan Mandurorejo yang dihadiri oleh Forkompimda, dan sejumlah anggota.

Pada apel gelar pasukan Ketupa Candi diikuti oleh Kompi 1 gabungan Subdenpom IV / 2 Pekalongan, Kodim 0710 Pekalongan, Kompi senapan C 407 / PK dan TNI AL, Kompi 2 Sat Brimobda Jateng, gabungan Dalmas Polres Pekalongan, staf Polres Pekalongan, dan Sat Lantas Polres Pekalongan.

Kompi 3 gabungan Polsek Rayon I, Rayon II dan Polsek Rayon III Polres Pekalongan, Kompi 4 gabungan Sat Intelkam, Sat Tahti, Sat Narkoba dan Sat Reskrim Polres Pekalongan, Kompi 5 gabungan Dishub Kabupaten Pekalongan, Sat Pol PP, BPBD, Kompi 6 gabungan Linmas, Orari / Rapi / Senkom dan FKPPI Kab. Pekalongan, PP Muhammadiyah, Banser dan Saka Bhayangkara.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa dalam pengamanan arus mudik lebaran 1439 hijriyah jumlah personil yang dilibatkan dalam operasi Ketupat Candi 2018 sebanyak 358 personil.

“Anggota akan bertugas mulai tanggal 7 hingga 24 Juni 2018 ini dalam mengamankan arus mudik atau balik lebaran nanti,” terangnya.

Kapolres menekankan rencana operasi disusun melalui serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Ramadniya tahun 2017 disertai analisa potensi gangguan kamtibmas di tahun 2018. Sehingga pelaksanaan operasi tahun ini terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama. Diantaranya potensi kerawanan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, Potensi kerawanan permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik.

“Potensi kerawanan ketiga yang juga harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis. Potensi kerawanan keempat selanjutnya ancaman tindak pidana terorisme. Sehubungan dengan hal tersebut, saya memberikan penekanan kepada seluruh personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat,” terangnya.

Dalam hal kemacetan pantura, lanjutnya, biasa terjadi di sepanjang Wiradesa. Karena di Wiradesa adanya pasar, jembatan, traffic light, hotel dan lain-lain yang terhubung dengan Kota Pekalongan. Kedua, antrian di SPBU Kauman, perlu diantisipasi. Oleh karena itu nanti difokuskan di jalan tol.

“Walaupun tidak ada rest area di Kabupaten Pekalongan, namun untuk mengantisipasi adanya kerusakan mobil seperti mogok, ban bocor dan lain-lain, kita siapkan Pos di Bojong, dimana masyarakat yang memlliki ketrampilan bengkel akan bergabung disana,” lanjutnya. (yon)

Facebook Comments