Features

Menjadi Solusi Pendidik Menguatkan Tugas dasar

Aplikasi E BOS Online

LAUNCHING – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi didampingi Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan Kepala Dindikbud, meluncurkan aplikasi E BOS Online, di GPU Kajen, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Aplikasi E-BOS Online di Dindikbud Kabupaten pekalongan

Dinas Pendidikan dan Kebuyaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan meluncurkan sistem aplikasi E BOS Online / Elektronik Belanja Operasional Sekolah. Apa kelebihannya? M Hadiyan, Kajen

Aplikasi E Bos Online adalah system alat bantu aplikasi pengelolaan keuangan BOS. Program E BOS Online ini diinisiasi Sekretaris Dindikbud Susanto Widodo dengan harapan dapat menjadi solusi bagi para pendidik untuk menguatkan tugas dasarnya.

“Dengan aplikasi elektronik E BOS Online ini para guru akan teringankan hal yang bersifat administratif sehingga lebih fokus dalam mengajar,” terang Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat melaunching aplikasi E Bos OnLine Dindikbud Kabupaten Pekalongan di GPU Kajen, pagi kemarin.

Dijelaskan, aplikasi E bos Online adalah system alat bantu aplikasi pengelolaan keuangan BOS yang meliputi penganggaran, penatausahaan, pertanggungjawaban dan pelaporan di tingkat Satuan Pendidikan agar menjadi menjadi lebih cepat, akurat, akuntabel dan transparan, dikarenakan mekanisme laporan BOS selama ini masih manual sehingga lamban dan rumit.

“Oleh karena itu saya menyambut baik inovasi Sekdin Dindikbud ini dalam memunculkan E Bos OnLine ini. Karena nantinya semua yang berkaitan dengan melakukan penatausahaan, perbendaraaan Bos baik rancangan kegiatan, buku kas umum, buku pembantu serta surat pengesahan akan segera dapat penuhi dalam waktu singkat,” terang Asip.

Ia menaruh harap kepada Dindikbud untuk terus melakukan inovasi. Sebab, lanjut dia, bangsa yang besar bukan bangsa yang jumlah pendudukanya banyak, melainkan bangsa yang paling cepat menyikapi perubahan di era melenial. “Oleh karena itu kita tidak boleh berhenti, paradigma lama harus ditinggal sehingga guru tidak hanya sibuk persoalan administasi saja, melupakan substansi dasar yaitu mendidik anak-anak secara penuh,” terangnya.

Pada kesempatan ini Bupati mendorong para guru lain untuk membuat inovasi yang berbeda. Ia menjanjikan umroh bagi para guru yang mampu melakukan inovasi. Seperti jika guru dapat menemukan cara mengajar cepat dan tepat seusasi kondisi daerah.

“Saya akan memberikan umroh jika ada yang melakukan inovasi cara mendidik yang efektif di daerah rob atau pegunungan. Tentunya harus original dan telah melaweri penilain dari dindik”tandasnya.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan Sumarwati menyampaikan bahwa di Dindikbud telah diterapkan berbagai aplikasi antara lain E-PKG elektronik Penilaian Kinerja Guru, maupun E-PAK Elektronik Penilaian Angka Kredit. Semua apliakasi tersebut muaranya untuk meningkatkan kualitas administrasi dan system pengajaran.

Hal ini sebagai bentuk upaya serius dari Dindik dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Pekalongan, dan pihaknya tidak hanya berdiam diri namun terus berupaya meningkatkan akuntabilitas kinerja dengan menerapkan berbagai aplikasi baik yang diselenggarakan untuk lembaga maupun aplikasi individu yang membantu mendukung kelancaran kerja Dindikbud.

Sementara Sekdin Dindik Susanto Widodo menyampaikan Output yang akan dihasilkan dari EBOS online ini penatausahaan pada Bendahara BOS meliputi Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS), Buku Kas Umum (BKU), Buku Pembantu Kas Tunai, Buku Pembantu Bank, Buku Pembantu Pajak, Buku Pembantu Rincian Obyek, Surat Permintaan Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP3B), Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP2B) dan Surat Pernyataan Tanggung jawab, dengan output tersebut diharapkan dapat memudahkan penatausahaanya dengan satu langkah input bukti realisasi pada BKU akan membukukan seluruh penatausahaan yang disyaratkan dalam petunjuk pelaksanaan dan BOS.

Manfaat untuk Pemerintah Daerah dengan Implementasi Elektonik Dana Bantuan Operasional Bos (EBOS) Online adalah mendukung proses penganggaran dan penyusunan Laporan Keuangan Daerah yang semakin cepat dan akuntabel seiring dengan semakin baiknya Sistem Pengendalian Internal, kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern. Sehingga akan dapat senantiasa memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). (yan)

Facebook Comments