Neutron Yogyakarta
Radar Kendal

THR Senilai Rp1,3 M Untuk 700 Buruh Rokok

KENDAL – Beberapa waktu lalu PT. Sari Tembakau Harum Cepiring sebagai salah satu mitra produksi dari Sampoerna mengadakan kegiatan bhakti sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah Sutejo Botomulyo dengan agenda buka puasa bersama dan juga santunan anak yatim. Direktur Utama PT. Sari Tembakau Harum Cepiring, Warih Sugriyanto mengatakan bahwa pihaknya memiliki program CSR setiap tiga bulan sekali baik lingkup intern dan juga ekstern perusahaan dengan estimasi biaya yang diwajibkan dari Sampoerna minimal Rp15 juta dan Rp7,5 juta untuk reward atau kepuasan pekerja.

“Untuk bulan ramadhan memang kami rutin adakan kegiatan bhakti sosial dan tahun ini kebetulan lingkupnya diluar perusahaan. Kami sendiri setiap tiga bulan sekali harus mengeluarkan dana CSR senilai Rp15 juta dan juga Rp7,5 juta untuk penghargaan atau kepuasan pekerja kami, hal itu wajib kami lakukan selain sebagai kontribusi ke masyarakat sekitar perusahaan juga sebagai salah satu untuk menunjang kesejahteraan buruh kami,” ungkapnya.

Selain itu dibulan ini pihaknya mengeluarkan biaya mencapai Rp1,3 Milliar hanya untuk THR (Tunjungan Hari Raya) para buruh pabrik atau setara 1 kali gaji UMR Kendal yang rata-rata mencapai Rp1,9 jutaan per bulan bahkan jumlah tersebut ditambah bonus bagi buruh yang sudah lebih dari 5 tahun bekerja di perusahaan tersebut sesuai dengan prestasi sedangkan untuk buruh magang tetap mendapatkan tali asih.

Menurut Yanto sapaan akrabnya bahwa bekerja di perusahaan rokok penuh dengan kesejahteraan dan juga fasilitas yang dapat meningkatkan taraf hidup namun ia sangat menyayangkan kebijakan pemerintah yang seakan memojokan perusahaan rokok padahal sumbangsih untuk negara sangat besar. Bayangkan saja pada bulan Mei lalu buruh di PT. Sari Tembakau Harum Cepiring sebanyak 700 orang dalam satu bulan menerima gaji rata-rata Rp3,5 jutaan karena lembur, belum lagi jika lembur hari minggu atau libur maka satu batang rokok upahnya dua kali lipat sedangkan bagi security yang lembur saat lebaran upahnya tiga kali lipat.

magang

“Kami sangat menghargai kerja dan waktu para buruh walaupun hanya satu detik artinya buruh pabrik kami hidup dengan sejahtera, yang awalnya naik sepeda sekarang naik sepeda motor, yang dulu punya sepeda motor sekarang sudah punya 2 atau 3 bahkan yang belum punya rumah sekarang bisa nyicil rumah. Harapan kami supaya pemerintah melihat yang seperti ini sehingga kebijakannya sejalan dengan kontribusi kami kepada masyarakat,” pungkasnya.(fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments