Neutron Yogyakarta
Features

Ratusan Warga Berbondong-bondong Mengunjungi Lokasi

Pasar Ikan Murah

BUKA PASAR IKAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membuka acara Pasar Ikan Murah di Kecamatan Paninggaran, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Melihat Keramaian Pasar Ikan Murah di Paninggaran, Pekalongan

Untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan masyarakat Kota Santri, Pemkab Pekalongan menggelar Pasar Ikan Murah di Kecamatan Paninggaran. Seperti apa? M Hadiyan, Paninggaran

Selasa pagi (6/5), masyarakat Paninggaran, Kabupaten Pekalongan terlihat berbondong-bondong menuju Kantor Kecamatan Paninggaran. Dengan tujuan yang sama, yakni untuk mengunjungi pasar murah ikan yang diselenggarakan oleh Pemkab Pekalongan.

Pasar murah ini digelar dalam rangka memacu masyarakat agar gemar makan ikan. Antusiasme warga setempat cukup tinggi untuk mengunjungi acara Gemari (Gemar Makan Ikan) tersebut.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kepala Dinas Kelautan Kabupaten Pekalongan.

Menurut Bupati, meski ikan bergizi tinggi, namun konsumsi makan ikan masyarakat Pekalongan, termasuk masyarakat, Paninggaran masih sangat kurang yaitu baru 21 persen dari yang seharusnya 30 persen. Oleh karena itu Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Dinas Perdagangan di bulan puasa ini menggerakkan masyarakat untuk gemar makan ikan terutama di Kecamatan Paninggaran dan Kandangserang.

“Hari ini adalah promosi gemar makan ikan di Kabupaten Pekalongan. Saat ini Kita membagikan 1.000 kupon kepada masyarakat dengan subsidi 50 persen. Kalau biasanya harga ikan 10 ribu rupiah, maka hari ini kita jual 5 ribu rupiah,” ujar Bupati.

Dijelaskan Bupati, ikan yang berasal dari daerah utara Kab. Pekalongan tersebut diolah di wilayah Kedungwuni dan selanjutnya didistribusikan ke daerah Paninggaran dan Kandangserang. Sebaliknya nanti hasil perkebunan dari daerah ini akan kita salurkan ke daerah bawah.

“Jadi ada distribusi silang. Ikan dari daerah Jambean Wiradesa, beras nanti dari Sragi dan Bojong, kemudian sayuran dari daerah Paninggaran. Inilah yang disebut bagaimana kita menerjemahkan kemandirian pangan secara lokal di Kab. Pekalongan, dengan cara menukar/sirkulasi komoditas sehingga masyarakat bisa mendapatkan barang yang murah dengan kualitas yang bagus,” jelasnya.

Sementara itu dari hasil kunjungan kerjanya ke pasar desa Paninggaran, Bupati menyarankan untuk dilakukan kajian lebih serius lagi agar status pasar paninggaran dapat ditingkatkan menjadi pasar Kabupaten mengingat perkembangannya juga sangat dinamis dan kebutuhan masyarakat untuk tempat usaha juga harus dijawab dengan kelayakan pasar karena kalau hanya mengandalkan desa saja ini tidak akan bisa berkembang secara baik.

“Saya meyakini ini bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi. Pasar ini luasannya cukup dan letaknya juga strategis. Tinggal nanti dari pihak desa menyerahkan aset kepada Pemkab, dan nanti akan kita kelola lalu kita tingkatkan menjadi pasar kabupaten,” ujarnya.

Ditambahkan Bupati, setelah ditingkatkan statusnya, pasar ini nanti akan tetap bekerjasama dengan desa, sehingga keuangan desanya juga masih tetap dapat, hanya status pasarnya saja akan ditingkatkan sehingga bisa tertata dengan baik.

“Nanti akan ditata kembali tempat parkir dan undergroundnya, sehingga sebagai jalur propinsi, Paninggaran tidak akan macet pada saat pasaran. Disamping itu, harga sembako yang stabil disini bisa dijadikan ukuran untuk pengendalian inflasi di Kabupaten Pekalongan,” tandasnya. (*)

Facebook Comments