Features

Bentuk Diskusi, Ada Wacana Pemimpin “Harus” Laki-laki

**Melihat Kegiatan NU-Muhammadiyah Gelar Silaturahmi Keummatan

Dua Organisasi Masyarakat (Ormas) besar di Kendal, NU dan Muhammadiyah, menggelar Silaturahmi Keummatan. Apa saja yang dibahas?NUR KHOLID MS, Kendal

Melihat Kegiatan NU-Muhammadiyah Gelar Silaturahmi Keummatan

SILATURAHMI – Dua Ormas besar di Kendal, NU dan Muhammadiyah, menggelar Silaturahmi Keummatan.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

SILATURAHMI. Ya, dua ormas besar Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kendal dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal menggelar diskusi Silaturahmi Keumatan di Obyek Wisata (OW) Six Water Game, Weleri, Kamis (31/5). Tema besar yang diangkat adalah “Kebersamaan untuk Menciptakan Kepemimpinan Kendal Beribadat yang Amanah dan Berkemajuan”.

Pertemuan ini menunjukkan keakraban dua ormas Islam terbesar di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kendal. Acara dikemas dalam bentuk diskusi menjelang berbuka puasa. Banyak persoalan yang ada di Kabupaten Kendal pun diangkat. Salah satunya yang menarik adalah, soal wacana bahwa mendatang pemimpin di Kabupaten Kendal harus laki-laki. Hal tu karena kepemimpinan saat ini dinilai belum bisa memenuhi ekspektasi (harapan) dari masyarakat Kendal yang bersifat keummatan. Silaturahmi keummatan dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Kendal KH M Danial Royan dan Ketua PDM Kendal KH Muslim Rahmadi.

Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Kendal, KH M Danial Royan, mengatakan, Kabupaten Kendal merupakan sebuah daerah yang banyak memiliki potensi besar. Namun dalam beberapa periode kepemimpinan banyak hal yang tidak berkembang. Seperti persoalan pembangunan bukan hanya insfrastruktur atau fisik, akan tetapi keummatan yang bersifat universal harus bisa dibangun. Seperti hubungan silaturahim, toleransi antar sesama meskipun itu berbeda-beda. Ini sama sekali belum tersentuh oleh perhatian pemerintah.

“Jadi kalaupun ada, itu kan gagasan dari NU dan Muhammadiyah. Mereka (pemerintah) tidak bikin. Maka dari itu, sebagai betuk tanggungjawab, NU dan Muhammadiyah ketemu bersama. Ini bukan pertemuan NU dan Muhammadiyah kali pertamanya. Sudah sering pertemuan dilakukan, tetapi kan tidak terekspose. Ini penting, ulil amri ini bukan hanya umara’, tapi juga ulama. Antara dua kekuatan ini harus dibangun keseimbangan. Kalau ulamanya diam dan umara’nya tak bisa mimpin, kan ulamanya dosa. Nah, maka harus ada keseimbangan.Caranya adalah NU dan Muhammadiyah ketemu. Yang lain-lain insyAllah ngikut, yang tidak ulama saja ngikut kok. Apalagi yang golongan kiai-santri,” kata dia.

Soal pemimpin Kendal laki-laki, Danial Royan mengatakan bahwa hal itu merupakan wacana bersifat aspiratif yang berkembang di masyarakat dan disampaikan dalam pertemuan. Sebagai bentuk tanggangjawab NU dan Muhammadiyah, maka wacana kepemimpinan laki-laki itu harus di musywarahan terlebih dahulu antara NU dan Muhammadiyah.

Ia juga menyinggung soal kepemimpinan Kabupaten Kendal mendatang, bahwa kepemimpinan bersifat mutlak, bukan kepemimpinan soal bupati ataupun camat dan lainnya. Seperti halnya Ketua PCNU dan Ketua PDM, itu juga pemimpin. Pertemuan ini judulnya keummatan. Jika dalam pertemuan ini merembet (menyinggung) ke ranah kepemimpinan di Kabupaten Kendal itu merupakan bagian kecilnya bukan bagian makronya (besar). “Kalau ada wacana seperti itu, harus kita rembug lebih dulu. Kok ada koyo ngene ini iki enake piye Pak Lim (KH Muslim Rahmadi)? Saya kira Muhammadiyah itu luwih seneng lanange ketimbang NU. Secara prisip, di dalam pertemuan NU dan Muhammadiyah ini adalah dalam koridor amar ma’ruf nahi munkar. Harapan pertemuan ini nantinya bisa menghasilkan sesuatu yang kongkrit membawa kemajuan di Kabupaten Kendal. Sekali lagi, pemimpin itu tidak hanya pemerintah, tapi juga ulama pemimpin bagi umat. Ulama tidak boleh diam diri, tetapi harus membantu membangun negara,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua PDM Kendal, KH Muslim Rahmadi, mengatakan, pertemuan ini dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar guna mewujudkan Kabupaten Kendal yang lebih baik. Hubungan harmonis antara Muhammadiyah dan NU ini memperlihatkan hebatnya umat Islam. Nuansa kebersamaan ini merupakan wujud tali dan sambung rasa antara NU dengan Muhammadiyah. Menurutnya, NU dan Muhammadiyah, jika diibaratkan seekor burung, Ormas itu sebagai sayapnya. “Sayap itu memiliki gerakan masing-masing. Karena itu NU dan Muhammadiyah harus menyatu. Pertemuan seperti ini perlu rutin dilakukan,” kata dia.

Kemudian pertemuan juga menyepakati untuk mengadakan Halal bi Halal bersama dengan kepanitian dari kedua pihak, yaitu M Izudin dari NU ditunjuk sebagai ketua panitia dan Yusuf Darmawan dari Muhammadiyah sebagai sekretaris.

Sekertaris PDM Muhammadiyah, Yusuf Darmawan, mengatakan, pertemuan NU dan Muhammadiyah sudah sering dilakukan, baik di acara-acara resmi maupun kunjungan silaturahmi. Sementara itu Muhammad Umar dari NU berharap, pertemuan ini terus berlanjut, tidak hanya di kalangan pimpinan di tingkat kabupaten, tapi diikuti antar pimpinan di tingkat ranting. “Kebersamaan ini harus diperlihatkan sampai masyarakat paling bawah,” kata dia.

Diakhir acara silaturahmi keummatan ada pemberian bantuan untuk pembangunan RSNU oleh PDM Muhammadiyah Kendal dan DPD PAN Kendal. Bantuan secara simbolis diserahkan KH Muslim Rahmadi dan Ketua DPD PAN Nashri kepada Ketua PCNU Danial Royyan. “Pembangunan RSNU bukan pesaing bagi Muhammadiyah. Rumah sakit di Kendal masih sangat dibutuhkan masyarakat. Di barat ada rumah sakit Muhammadiyah dan di timur nantinya akan ada rumah sakit NU. Tenaga medis bisa saling kerja sama,” pungkas Muslim Rahmadi.(*)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments