Features

Jelang Lebaran, Harga Emping Meningkat

Pengusaha Empiing

EMPING – Owner Emping Berlian Super, Rupiah sedang menjemur emping di Dukuh Tlogowungu, Desa Kalibalik, Kecamatan Banyuputih.
LAILATUL MAFIYAH

Menengok Usaha Emping Dukuh Tlogowungu Desa Kalibalik Banyuputih

Jelang lebaran, Pengusaha Emping di Kalibalik, Banyuputih penjualan empingnya meningkat meskipun harga emping merangkak naik. Banyaknya pesanan, Ruliyah pekerjakan 200 buruh emping. Seperti apa? LAILATUL MAFIYAH, BANYUPUTIH

Gudang milik pengusaha Emping di Dukuh Tlogowungu, Desa Kalibalik, Kecamatan Banyuputih mendapatkan banyak pesanan jelang lebaran tahun ini. Meskipun harga emping merangkak naik yang awalnya Rp30.000 sekarang sudah R48.000 per kilogramnya.

Ruliyah menyampaikan kepada Radar Pekalongan, Senin (28/5), telah mempekerjakan 200 buruh emping yang dibayar Rp9.000 per kilogramnya. Buruh harian lepas ini kebanyakan adalah ibu rumah tangga. Mereka memanfaatkan waktu luangnya untuk membuat emping.

“Dengan memberdayakan para ibu-ibu yang menjadi buruh emping harapannya ekonomi mereka dapat terangkat. Upah membuat emping bulan puasa ini lebih mahal, sekarang mereka dibayar dengan Rp9.000 per kilonya sebelumnya hanya Rp6.000,” paparnya.

Usaha Ruliyah berkembang cukup pesat. Ia mengaku sudah 17 tahun ini berwirausaha. Dalam sebulan Ruliyah telah mengolah melinjonya sebanyak 9 ton per bulannya. Setiap harinya emping yang diolah sebanyak 6-7 kwintal. “Saya sudah mengirim ke beberapa daerah di pulau Jawa seperti Tegal dan Probolinggo, untuk luar Jawa saya kirim ke Bali,” ungkapnya.

Kemasan emping milik Ruliyah ini dalam bentuk keranjang bambu dan kardus. Kemasan sesuai dengan pesanan. Permintaan untuk bulan puasa ini sangat meningkat. Kemungkinan akan terus meningkat sampai dengan seusai lebaran. (*)

Facebook Comments