Features

Beredar Parsel Expayed, Masyarakat Diminta Teliti

Sidak Parcel

SIDAK – Jelang hari raya Idul Fitri, masyarakat diminta cerdas dalam memilih makanan terutama untuk kemasan parsel.
TRIYONO

Melihat Peredaran Makanan Parcel Jelang Lebaran

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat banyak yang mengirim makanan parcel. Atas tradisi tersebut, mastarakat diminta hati-hati. Kenapa? Triyono, Kajen

Awas ada Oknum. Masyarakat diminta untuk waspada atas kiriman makanan dalam kemasan parcel jelang Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, banyak kecurangan dilakukan oleh pedagang untuk merauk keuntungan dengan mengisi kemasan parsel dengan makanan kadaluarsa.

Hal itu diungkapkan Kasi Perlindungan Konsumen pada Dinas Perindusrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Dinperindagkop) Kabupaten Pekalongan, Dewi Fabanyo, ketika dikonfimasi membenarkan. Kata dia, hari raya idul fitri banyak dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menjual makanan yang masa kadaluarsanya sudah mendekati bahkan sudah habis. Makanya, pihaknya terus melakukan pemeriksaan makanan yang dijual dalam kemasan parsel.

“Memang itu sudah menjadi tradisi dan dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menjual makanan yang kadaluarsanya hampir habis. Akantetapi kami dari Tim terus melakuan sidak ke sejumlah toko yang menjual atau menyediakan parsel, dengan begitu maka dapat kita minimalisir,” terangnya.

Menurutnya, apabila ada temuan makanan kadaluarsa di dalam parsel maka petugas meminta supaya makanan ditarik dan diganti yang masih baik. Karena apabila tetap dijual dapat membahayakan konsumen.

“Oleh karena itu kami juga memberikan pembinaan kepada pedagang supaya tidak mempermainkan hal tersebut. Memang moment idul fitri banyak yang membeli parsel, namun apabila makanan yang dijual tak sesuai maka pembeli yang menjadi korban,” lanjutnya.

Ia meminta kepada masyarakat apabila akan membeli parsel agar tidak membeli dalam kemasan jadi, namun memesan dulu makanan apa saja atau memilih yang jangka kadaluarsanya masih lama. Dengan begitu tidak menjadi korban permainan oknum pedagang.

“Kami minta masyarakat bisa menjadi konsumen cerdas. Yaitu teliti sebelum membeli, cek masa kadaluarsa, kemasan dalam kondisi baik dan tidak rusak,” pintanya.

Tim gabungan Pemkab Pekalongan bersama Polres Pekalongan, Kamis (24/5) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah Pasar Tradisional di wilayah Kota Santri. Dari pemeriksaan, tim menemukan daging kerbau impor dengan harga mencapai Rp 120 ribu/ kilogram, harga tersebut 2 kali lebih mahal dibanding harga ketentuan.

Tim gabungan terdiri dari Dinperindagkop, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Bagian Perekonomian, Satpol PP Kabupaten Pekalongan dan Satreskrim Polres Pekalongan. Dengan sering dilaksanakan pemeriksaan makanan di sejumlah pasar tradisional, ternyata sudah membuat para pedagang sadar karena makanan yang sebelumnya menggunakan bahan pewarna makanan seperti kerupuk dan kolang kaling, sekarang pedagang tidak menggunakan lagi zat pewarmna rodamin B atau pewarna textil. (*)

Facebook Comments