Metro Pekalongan

Pemkot Pekalongan Butuh Uluran Tangan Donatur

Pengungsi Rob

MENGUNGSI – Warga terdampak rob dari sejumlah kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara terpaksa mengungsi di GOR Jetayu, Rabu (23/5) malam.
WAHYU HIDAYAT

Anggaran Darurat Sangat Terbatas

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan sangat membutuhkan uluran tangan para donatur untuk penanganan darurat bencana banjir rob yang saat ini melanda sebagian wilayah Kota Pekalongan.

Itu lantaran, saat ini anggaran darurat yang dimiliki Pemkot Pekalongan sangat terbatas. Bahkan, dari total dana tanggap darurat Rp2 miliar, saat ini hanya tersisa sekitar Rp300 juta. Hal ini diungkapkan Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih, di dapur umum dan posko pengungsian warga terdampak rob di GOR Jetayu, Rabu (23/5) malam.

“Anggaran darurat Kota Pekalongan Rp2 miliar. Tapi sudah digunakan untuk pasar darurat Rp1,5 miliar, kemudian untuk kejadian darurat lainnya sekitar Rp100an juta. Jadi sekarang tinggal Rp300 juta,” katanya.

Di satu sisi, biaya untuk mencukupi kebutuhan warga terdampak rob, terutama berada di pengungsian-pengungsian masih sangat banyak dan mendesak. “Anggaran kita untuk bencana ini sangat terbatas. Sehingga kita mohon uluran dari semua pihak, baik dari masyarakat yang peduli, dari organisasi, maupun dari provinsi, nanti mintakan juga,” tuturnya.

Pemkot, dikatakan Sekda, masih mengusahakan berbagai kebutuhan mendesak bagi warga terdampak rob agar tercukupi.

Adapun beberapa yang masih dibutukan, diantaranya selimut. “Selimut ada, tapi jumlahnya sangat teebatas sehingga malam ini belum bisa dibagikan,” ungkapnya. “Selain itu berbagai barang-barang kebutuhan untuk bayi juga masih kurang,” imbuh Sri Ruminingsih. (way)

Facebook Comments