Features

20 Dump Truk Tertahan dari Malam hingga Sore

Blokir Armada Tol

BLOKIR JALAN – Sebanyak 20 lebih dump truk pengangkut material tanah merah proyek tol tak bisa melaju karena ditahan aksi massa di Desa Wiradesa, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Ratusan Warga Blokir Jalur Armada Proyek Tol

Kecelakaan demi kecelakaan akibat kerusakan jalan yang ditimbulkan oleh aktivitas armada proyek tol memicu kemarahan warga. Ratusan massa dari Desa Wiradesa memblokir jalur armada tol, di Jalan Wiradesa-Bojong, Desa Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Seperti apa? M Hadiyan, Wiradesa

Jalan Wiradesa-Bojong Kabupaten Pekalongan yang merupakan jalur provinsi kondisinya rusak parah. Hal ini menjadi momok bagi warga lantaran sering terjadi kecelakaan di jalur tersebut. Kerusakan jalan diakibatkan karena mobilitas armada proyek tol yang hilir mudik di jalur tersebut.

Karena tak kunjung ada perbaikan, kemarahan warga pun memuncak. Ratusan massa berkumpul menghadang truk-truk besar pengangkut tanah uruk di Kelurahan Wiradesa, Rabu malam (23/5). Kerumunan warga menggelar karpet di tengah jalan, menghentikan truk yang hendak melaju. Kecelakaan yang terjadi pada Rabu pagi, hingga menewaskan seorang pengendara sepeda motor di jalur tersebut, menjadi salah satu yang melatarbelakangi aksi spontan massa.

Setidaknya ada 20 truk dari PT SMJ dan Dirgantara tertahan dan tak bisa melaju karena pemblokiran yang dilakukan warga sejak pukul 8 malam, hingga Kamis siang kemarin.

Tuntutan warga sama dengan tuntutan sebelumnya. Yakni adanya perbaikan jalan di jalur yang dilintasi armada proyek sehingga bisa kembali seperti semula, para sopir dump truk tak melaju ugal-ugalan, dan adanya penyiraman setiap dua jam sekali agar jalan tak berdebu ketika panas, dan tak licin saat hujan.

Samsudin (50), warga setempat, menuturkan, sudah geram dengan kondisi jalan yang rusak parah. Aksi ini spontan dilakukan warga karena merasakan senasib dan sepenanggungan, serta keresahan yang sama akibat jalan rusak. “Para pengendara dihantui ketakutan ketika melintas di Jalan Bojong-Wiradesa yang rusak, penuh dengan lubang dan gelombang, serta licin saat hujan, dan diperparah padatnya arus lalulintas dump truk proyek di jalur tersebut,” terang Samsudin.

Hingga pukul 10.00 pagi kemarin, pihak Polres Pekalongan sempat menjadi mediator antara warga dan pihak rekanan tol. Perjalanan mediasi sempat memanas, karena warga enggan membebaskan truk yang diblokir sebelum adanya kata sepakat dari pihak rekanan atas tuntutan-tuntutan warga.

“Mediasi sempat memanas dan berlangsung lama. Warga minta ada hitam di atas putih, atas kesepakatan mediasi,” ungkap Kepala Desa Wiradesa Supono, kemarin.

Beberapa poin yang menjadi tuntutan warga, di antaranya, menghendaki perbaikan jalan secepatnya sebelum jatuh korban, pelarangan armada berat melintas. Laju armada pengangkut material pembangunan Jalan Tol Pemalang-Batang di Kabupaten Pekalongan dibatasi hanya 40 kilometer per jam. Kesepakatan lainnya yang diberlakukan adalah tidak boleh merampas hak pengguna jalan lain dan tidak boleh berjalan iring-iringan, kapasitas armada maksimal berkapasitas 12 ton serta perlu dilakukan penyemprotan jalan sekitar 2 jam sekali.

Mediasi mulai mereda usai Bupati Pekalongan beserta sejumlah kepala dinas terkait mendatangi lokasi. Hingga antara warga dan pihak rekanan menemui kata sepakat.

“Saya akan kawal tuntutan warga meski proyek nasional ini didukung pemerintah daerah. Diharapkan sopir tidak ugal-ugalan di jalan dan menggunakan armada lebih kecil demi kenyamanan masyarakat,” kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di Balai Desa Wiradesa Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan kemarin.

Ia mengatakan, masyarakat menginginkan adanya perbaikan jalan secara permanen di jalur Wiradesa-Bojong-Kajen. Namun kewenangan hal tersebut ada di tangan Pemrov Jateng. “Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan ke gubernur, namun belum terealisasi. Mari kita saling menjaga dan menghormati sesama pengguna jalan lainnya,” kata dia.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan mengatakan, untuk mencegah hal tidak diinginkan pihaknya akan menempatkan personel dari Sat Lantas yang bakal mengatur waktu jalannya armada tol.

“Sesuai jadwal tanggal 5 hingga 27 Juni mendatang tidak ada lagi lalu lalang truk muatan tanah tol. Kalau ada perlu diingatkan dan mari kontrol bersama,” tuturnya. (*)

Facebook Comments